Penilaian Sikap

Lembar Observasi Penilaian Sikap

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual dan sikap sosial peserta didik . Berilah tanda ceklist (√) pada kolom skor sesuai sikap yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan

3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan

kadang-kadang tidak melakukan

2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan

sering tidak melakukan

1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

 

Nama peserta didik yang dinilai         : ……………

Kelas                                                   : ……………

Mata pelajaran                                     : ……………

Materi Pokok                                      :…………..

Tanggal Pengamatan                           :…………..

 

SIKAP Aspek yang diamati Skor
1 2 3 4
SPIRITUAL Menjalankan ibadah sesuai dengan agama/keyakinan yang dianut.        
Bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa        
Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu kegiatan        
Memberi salam sebelum dan sesudah mengungkapkan pendapat di depan umum        
Mengungkapkan keagungan Tuhan apabila melihat kebesaranNya        
Menjaga lingkungan hidup di sekitar rumah tempat tinggal, sekolah dan masyarakat        
Memelihara hubungan baik dengan sesama umat ciptaan Tuhan Yang Maha Esa        
Menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya        
Jumlah Skor        
Jujur Tidak menyontek pada saat mengerjakan Ulangan        
Tidak menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya pada saat mengerjakan tugas        
Melaporkan kepada yang berwenang jika menemukan barang        
Berani mengakui kesalahan yang dilakukan        
Mengerjakan soal ujian tanpa melihat jawaban teman yang lain        
Mengungkapkan perasaan apa adanya        
Jumlah Skor        
Tanggung Jawab Melakukan tugas-tugas dengan baik        
Berani menerima resiko atas tindakan yang dilakukan        
Tidak menuduh orang lain tanpa bukti        
Mau mengembalikan barang yang dipinjam dari orang lain        
Mau meminta maaf, jika melakukan kesalahan yang merugikan orang lain        
Menepati janji        
Tidak menyalahkan orang lain utk  kesalahan tindakan yang dilakukan        
Melakukan yang harus dilakukan tanpa disuruh        
Jumlah Skor        
Disiplin Masuk kelas tepat waktu        
Mengumpulkan tugas tepat waktu        
Memakai seragam sesuai tata tertib        
Mengerjakan tugas yang diberikan        
Tertib dalam mengikuti pembelajaran        
Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran        
Membawa buku teks mata pelajaran        
Patuh pada tata tertib atau aturan bersama/ sekolah        
Membuang sampah pada tempatnya        
Jumlah Skor        
Gotong Royong Melakukan tugas sesuai kesepakatan        
Aktif dalam kerja kelompok        
Bekerja sama dalam membersihkan kelas atau lingkungan sekolah        
Bekarja dengan iklas dalam membantu teman tanpa mengharap imbalan        
  Memusatkan perhatian pada tujuan kelompok        
  Tidak mendahulukan kepentingan pribadi        
  Jumlah Skor        
 

Toleransi

Menghormati  teman yang  berbeda pendapat        
Menghormati teman yang berbeda suku, agama, ras, budaya, dan gender        
Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapat orang lain        
Menerima kekurangan orang lain        
Mau memaafkan kesalahan orang lain        
Tidak memaksakan pendapat atau keyakinan diri kepada orang lain        
Jumlah Skor        
Percaya Diri Melakukan segala sesuatu tanpa ragu-ragu        
Berani mengambil keputusan secara cepat dan bisa dipertanggungjawabkan        
Ttidak mudah putus asa        
Berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki di depan orang banyak        
Berani mencoba hal-hal yang baru        
Berani berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan        
Jumlah Skor        
Santun Menghormati orang yang lebih tua        
Tidak berkata kata kotor, kasar dan takabur        
Tidak meludah di tempat sembarangan        
Tidak menyela pembicaraan        
Mengucapkan terima kasih saat menerima bantuan dari orang lain        
Tersenyum, menyapa, memberi salam kepada orang yang ada di sekitar kita        
Meminta ijin ketika akan memasuki ruangan orang lain atau menggunakan barang milik orang lain        
Memperlakukan orang lain sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan        
Jumlah Skor        

 

Petunjuk Penyekoran:

Sesuai Permendikbud No 104 Tahun 2014, peserta didik memperoleh nilai:

Sangat Baik         : apabila memperoleh skor 3,33 < skor 4,00

Baik                        : apabila memperoleh skor 2,33 < skor 3,33

Cukup                   : apabila memperoleh skor 1,33 < skor 2,33

Kurang                  : apabila memperoleh skor skor 1,33

 

 

 

Tugas ke 3 Materi dan Pembelajarn IPA SD

I.      Bagaimanakah  prinsip kerja produksi sel gamet pada  testes dan pada ovarium ? Bagaimanakah proses ini dipengaruhi oleh  kelenjar Hipotalamus , kelenjar gonad ?

II.      Bagaimanakah  anda  mengaitkan antara  konsep Kromosom, kromonema, ADN dan gen, buatlah skema yang  dapat memperjelas penertian anda !

III.      Sebutkan kelainan/penyakit  pada manusia yang diwariskan secara autosomal dan diwariskan secara terpaut seks ( sex linkage ) baik pada kromosom X dan kromosom Y.  Mengapa sifat yang terpaut dalam  kromosom X seorang pria akan diwariskan kepada seluruh anak perempuannya tetapi tidak pada anak laki-lakinya ?

IV.      Peristiwa Alel ganda ( Multiple Alelomorfi ) ditemukan pada pewarisan golongan darah pada manusia dan pewarisan warna bulu kelinci,  buatlah diagram persilangan dibawah ini :

  1. Seorang Istri  bergolongan AB , suaminya  bergolongan darah O, tentukan ratio fenotif keturunannya.
  2. Seorang Istri  bergolongan darah Rh – dan  suaminya bergolongan darah Rh +, tentukan ratio fenotip keturunan yang mungkin dilahirkan dari pasangan tersebut ? Dari pasangan tersebut apakah ada kemungkinan muncul kasus Erytroblastosis faetalis/bayi  kuning suatu kondisi tubuh yang mengalami kerusakan sel darahnya,jika dimungkinkan berapa persen kemungkinannya.

V.      Gen letal menyebabkan kematian pada individu jika dalam keadaan homosigot. Peristiwa gen letal pada manusia adalah penyakit  Sicklecell Anemia dan Thalassemia. Tunjukkan dengan diagram bahwa dari pasangan suami istri normal dapat muncul kelainan tersebut pada keturunannya  .

VI.      Dalam pewarisan Hemofili pada wanita bersifat letal ( individu denga genotip homosigot akan menyebabkan kematian sebelum lahir/prematur). Jika seorang wanita carier hemofili menikah dengan laki-laki hemofili, tentukan ratio kemungkinan fenotip letal yang mungkin terjadi ?

VII.      Dalam suatu kasus Istri bergolongan darah A,M melahirkan seorang anak bergolongan darah B,MN. Suaminya yang bergolongan darah O,N menuduh pemuda bergolongan darah A,MN sebgai ayah dari anak tersebut. Jika anda diminta menilai kasus tersebut bagaimanakah komentar anda ?

 

 

 

Tugas 1 Materi dan Pembelajaran IPA SD smt IX

TUGAS  1

TUTORIAL MATERI DAN PEMBELAJARAN IPA SD

 1.Dalam pembelajaran IPA ketrampilan proses sains (KPS) dipandang sebagai ketrampilan untuk melatihkan metode ilmiah kepada siswa, dengan harapan pola pikir siswa terbentuk, kemampuan indera dan ketrampilan psikomotor berkembang. Jelaskan ketrampilan apa saja yang termasuk dalam ketrampilan proses dasar ? Jelaskan ketrampilan apa saja  yang termasuk ketrampilan terintegrasi ?

2. Ada dua  dua teori tentang belajar yaitu teori behavior dan kontruktivis, bagaimanakah pandangan kedua teori tersebut  tentang proses pembelajaran ? Apa bedanya dengan tabularasa ? Implikasi pandangan kontruktivisme bahwa belajar sebagai perubahan konsep, terjadi pergeseran peran guru dari sumber dan pemberi informasi menjadi pendiagnosis dan fasilitator belajar siswa. Mengapa demikian ? Bagaimanakah keterkaitan istilah konsep, konsepsi, miskonsepsi dan prinsip dalam proses pembelajaran siswa ?

3. Sumber daya manuisa sekarang dituntut mempunyai kapabilitas individu tinggi, hal ini berkaitan dengan literasi sains seseorang. Apakah yang dimaksud dengan literasi sains itu ? berikan gambarannya pada situasi di kelas! Ada berapa demensi literasi sains jelaskan ? Menurut PISA,  Aplikasi sains mengalami perkembangan dalam membagi aplikasi sains dari tahun 2000 dan tahun 2006, bagaimanakah perbedaannya ?

4. Dalam mata melajaran IPA kelas V semester 2 terdapat materi pokok pesawat sederhana, Standar kompetensi : 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak dan energi serta kegunaannya. Kompetensi dasar : menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.Buatlah Rencana Pembelajaran dengan materi diatas, gunakanlah Pendekatan kontekstual dengan stratedi Cooperative Learning dan dalam pelaksanaannya menggunakan teknik Jigsaw. Buat alat ukur untuk mengetahui keberhasilan siswa.

catatan :

1. Tugas ini merupakan tugas ke 1 dari 3 tugas

2. Merupakan tugas individu, dikumpulkan atau dikirim ke email : noet1961 @ yahoo.com

 

Tutor;

Drs. Panut.

alamat rumah : Depan SMP Islam Randudongkal Pemalang.

AKHIR SEMESTER 1 TH 2011/2012

Kegiatan KBM diakhiri dengan pembagian hasil belajar pada 17 Desember 2011, banyak hal yang perlu direfleksikan demi kemajuan :

1. Pengelolaan nilai , dimulai dari perencanaan test tiap KD  dan indikator(indikator dirumuskan sebagai pertanyaan terbuka dan dipublikasikan ke siswa bukan penulisan indikator ssecara teknis penulisan soal )

2.Hasil nilai ulangan direkam dalam format excel yang sudah diprogram(bukan manual penghitungannya )

3.Jenis penilaian apakah kuis,tugas,praktikum,portofolio ditentukan dari awal, bahan penilaian direncanakan terlebih dahulu.

4. Diperlukan semacam biro akademis yang mengelola nilai dari guru dan sekaligus sebagai indikator terlaksananya RPP ditiap guru

5. Perlu dioptimalkan sarana Web untuk publikasi materi pelajaran dan  soal latihan.

 

Kendala :

1. Pasang surutnya motifasi diri.

2.Ketersediaan sarpras pendukung KBM Biologi ( ruang laboratorium dan multimedia)

3.Pentingnya pengambil kebijakkan yang visioner dan memahami problematika KBM.

 

SISTEM GERAK MANUSIA

SISTEM GERAK MANUSIA

 

A .LETAK DAN FUNGSI RANGKA

 

Gerakan kita sebenarnya merupakan hasil kerja sama dari rangka dan otot. Otot adalah bagian tubuh yang mampu berkontraksi, sedangkan rangka tidak mempunyai kemampuan seperti itu. Jika otot berkontraksi,

secara otomatis rangka juga ikut bergerak karena otot terletak melekat erat dengan rangka. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa otot adalah alat gerak aktif, sedangkan rangka merupakan alat gerak pasif. Mengapa rangka dapat dikatakan sebagai alat gerak pasif? Hal ini disebabkan pergerakan rangka sebenarnya disebabkan adanya kontraksi otot.

Berdasarkan letak susunannya, rangka dapat dibedakan menjadi dua.

1. Rangka endoskeleton, yaitu rangka yang terletak di dalam tubuh

2. Rangka eksoskeleton, rangka ini terletak di luar tubuh.

Rangka endoskeleton terdapat pada hewan vertebrata, sedangkan rangka eksoskeleton terdapat pada hewan invertebrata.

Apakah fungsi rangka bagi tubuh?, fungsi rangka adalah sebagai berikut.

  1. Sebagai Alat Gerak Pasif,rangka bisa bergerak apabila ada kontraksi otot sehingga dikatakan bahwa gerak rangka tergantung otot.
  2. Tempat Melekatnya Otot Rangka, letak otot melekat pada rangka. Otot dan rangka letaknya berdampingan dan melekat erat.
  3. Memberi Bentuk Tubuh, konstruksi tulang pada tubuh kita yang sedemikian rupa dapat member bentuk tubuh. Tubuh satu orang dengan orang lain mempunyai bentuk berbeda-beda,hal ini disebabkan karena kerangka yang berbeda-beda pula.
  4. Memberi Kekuatan dan Menunjang Tegaknya Tubuh. jika kita ukur, berat tulang yang sebenarnya pada orang dewasa ± 5-9 kg. Jika dibandingkan dengan berat tubuh kita, meskipun demikian ternyata tulang kita memiliki kekuatan luar biasa.
  5. Melindungi Organ Tubuh yang Lemah,tulang yang mempunyai fungsi ini terutama yang menyusun tulang dada, tulang rusuk, dan tulang belakang. Dengan adanya tulang-tulang tersebut, organ tubuh yang vital seperti jantung dan paru-paru dapat terlindungi.
  6. Tempat Pembentukan Sel Darah.sel darah dibentuk di dalam sumsum tulang. Sumsum tulang ini terletak di rongga-rongga bagian dalam tulang.

 

B .MACAM-MACAM TULANG DAN STUKTURNYA

Tulang-tulang penyusun tubuh dibedakan berdasarkan hal-hal berikut.

1. Jenis Tulang

a. Tulang Rawan (Kartilago)

Jika Anda meraba permukaan hidung dan telinga, maka Anda akan merasakan permukaan yang lentur. Itulah contoh tulang rawan. Tulang rawan dapat ditemukan pada embrio, anak-anak, dan orang dewasa. Tulang rawan pada embrio dan anak-anak berasal dari sel-sel mesenkim. Pada embrio, bagian dalam tulang rawan berongga dan berisi sel-sel pembentuk tulang yang disebut osteoblas.

Tulang rawan pada anak-anak lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan daripada matriksnya. Kondisi ini berkebalikan dengan tulang rawan pada orang dewasa yang justru lebih banyak mengandung matriks. Tulang rawan pada orang dewasa terbentuk dari selaput rawan yang disebut perikondrium, yang banyak mengandung matriks. Tulang rawan pada orang dewasa terbentuk dari selaput rawan yang disebut perikondrium, yang banyak mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan yang disebut kondrioblas. Tulang rawan ini dapat dijumpai pada bagian tubuh, di antaranya pada ujung tulang persendian, taju pedang, cincing batang tenggorok, daun telinga, antara tulang rusuk, antara ruas tulang belakang,

b. Tulang Sejati (Osteon)

Tulang sejati bersifat keras dan matriksnya banyak mengandung kalsium dan fosfat. Matriks tulang juga banyak mengandung zat perekat. Di dalamnya terdapat jaringan-jaringan seperti sarang lebah yang sangat

keras dan kuat, pada bagian tengah tulang terdapat sumsum tulang yang bertugas membuat sel darah merah dan sel darah putih.

2. Matriks Tulang

Berdasarkan matriks penyusunnya, tulang dibedakan menjadi dua, yaitu tulang kompak dan tulang spons.

a. Tulang Kompakm,tulang kompak memiliki matriks yang padat dan rapat, misalnya terdapat pada tulang pipa.

b. Tulang Spons, tulang spons memiliki matriks yang berongga. Misalnya, terdapat pada tulang pipih dan pendek.

3. Bentuk Tulang

Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi tiga, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.

a. Tulang Pipa

Tulang pipa berbentuk bulat panjang. Tulang pipa dijumpai pada anggota gerak. Setiap tulang pipa terdiri atas bagian batang dan dua bagian ujung. Tulang pipa bekerja sebagai alat ungkit dari tubuh dan  memungkinkan adanya pergerakan. Di bagian tengah terdapat rongga besar yang berisi sumsum kuning dan banyak mengandung zat lemak. Contoh tulang pipa adalah tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang telapak tangan, dan tulang betis.

Bagian-bagian dari tulang pipa, antara lain sebagai berikut.

1) Epifisis, yaitu kedua ujung tulang.

2) Diafisis, yaitu bagian tengah tulang

3) Cakraepifisis, yaitu sambungan epifisis dan diafisis.

4) Tulang rawan daerah sendi.

5) Kanalis medularis, yaitu rongga memanjang di dalam diafisis yang diisi oleh sumsum tulang kuning.

6) Periosteum, yaitu selaput yang menyelimuti bagian luar tulang. Periosteum mengandung osteoblas

(sel pembentuk jaringan tulang), jaringan ikat, dan pembuluh darah. Periosteum merupakan tempat melekatnya otot otot skeleton ke tulang dan berperan dalam nutrisi, pertumbuhan dan reparasi tulang rusuk.

b. Tulang Pipih

Tulang pipih berbentuk pipih dan lebar. Tulang pipih terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras dan di tengahnya berupa lapisan tulang seperti bunga karang (spons) yang di dalamnya berisi sumsum merah sebagai tempat pemben-tukan selsel darah. Tulang-tulang pipih berperan dalam melindungi organ tubuh. Tulang pipih terdapat pada tulang tengkorak,belikat, rusuk, dan tulang wajah.

c. Tulang Pendek

Tulang pendek berbentuk bulat dan berukuran pendek, tidak beraturan, misalnya terdapat pada tulang pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak tangan, dan telapak kaki. Tulang pendek diselubungi jaringan padat tipis. Tulang pendek sebagian besar terbuat dari jaringan tulang jarang karena diperlukan sifat yang ringan dan kuat. Karena kuatnya, maka tulang pendek mampu mendukung bagian tubuh seperti terdapat pada tulang pergelangan tangan.

 

C .SISTEM RANGKA MANUSIA

Pada dasarnya kerangka manusia dikelompokkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Rangka Aksial

Rangka ini merupakan rangka yang tersusun dari tulang tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk (iga) dan tulang dada.

a. Tulang Tengkorak (Kranium)

Tulang tengkorak tersusun dari 22 tulang yang membentuk satu kesatuan dan berfungsi untuk melindungi organ-organ tubuh yang berada di bagian kepala, misalnya mata, telinga dalam, dan otak. Tulang-tulang yang menyusun tulang tengkorak dibedakan menjadi dua.

 

1) Tulang-tulang yang membentuk bagian kepala

Kelompok tulang-tulang ini meliputi:

a) tulang baji (sfenoid) 2 tulang;

b) tulang tapis (etmoid) 1 tulang;

c) tulang pelipis (temporal) 2 tulang;

d) tulang dahi (frontal) 1 tulang;

e) tulang ubun-ubun (parietal) 2 tulang;

f) tulang kepala belakang (oksipital) 1 tulang.

 

2) Tulang-tulang yang menyusun wajah

Kelompok tulang-tulang ini meliputi:

a) tulang rahang atas (maksila),2 tulang;

b) tulang rahang bawah (mandibula),2 tulang;

c) tulang pipi (zigomatikus) 2 tulang;

d) tulang langit-langit (palatinum) 2 tulang;

e) tulang hidung (nasale) 2 tulang;

f) tulang mata (lakrimalis) 2 tulang;

g) tulang pangkal lidah 1 tulang.

 

b. Tulang Belakang (Vertebrae)

Ruas tulang belakang manusia berjumlah 33 buah. Tulang-tulang tersebut membentuk suatu kesatuan memanjang yang membentuk sumbu tubuh dan menopang tengkorak.

1) Tulang Leher (Servikal)

Ruas pertama tulang leher disebut atlas, sedangkan ruas kedua disebut tulang pemutar. Tulang leher terdiri atas 7 buah tulang yang bertugas menopang kepala, leher, dan menggerakkan kepala untuk menunduk, serta menengadah ke samping kiri dan kanan.

2) Tulang Punggung (Dorsalis)

Tulang punggung memiliki 12 buah tulang yang bersifat agak kaku sebab tulang-tulang di bagian ini hampir semuanya dipersatukan oleh tulang rusuk.

3) Tulang Pinggang (Lumbal)

Ada 5 buah tulang yang menyusun tulang pinggang pada daerah ini, biasanya sering terjadi gangguan, misalnya nyeri atau pegel linu.

4) Tulang Sakral (Sakrum)

Penyusun tulang ini adalah tulang kelangkang yang berjumlah 5 buah dan tulang ekor yang berjumlah 4 buah. Tulang-tulang ini membentuk sebagian tulang pinggul.

 

c. Tulang Rusuk/Iga (Costae)

Penyusun tulang rusuk berjumlah 12 pasang, yaitu terdiri atas bagian bagian berikut.

1) Tulang rusuk sejati (costa vera) sebanyak 7 pasang. Bagian depan tulang rusuk sejati menempel pada tulang dada dan bagian belakangnya menempel pada ruas-ruas tulang punggung.

2) Tulang rusuk palsu (costa spuria) sebanyak 3 pasang.

Bagian depan tulang rusuk palsu menempel pada tulang rusuk di atasnya dan bagian belakang menempel pada ruas-ruas tulang punggung.

 

d. Tulang Dada (Sterum)

Tulang dada terdiri atas tulang-tulang yang berbentuk pipih, antara lain:

1) tulang hulu,

2) tulang badan,

3) tulang bahu pedang.

 

2. Rangka Apendikuler

Rangka apendikuler merupakan rangka yang tersusun dari tulang-tulang bahu, tulang panggul, dan tulang anggota gerak atas dan bawah.

a. Tulang Bahu

Tulang bahu terdiri atas dua bagian.

1) Tulang belikat (skapula)

Tulang belikat berjumlah 2 buah yang berbentuk segibagu dan taju paruh gagak.

2) Tulang selangka (klavikula)

Tulang selangka berjumlah 2 buah. Tulang selangka berbentuk seperti huruf s. Ujung yang satu melekat pada tulang dada sedangkan ujung yang lain berakhir pada ujung bahu. Tulang selangka menjadi penghubung antara gelang bahu dan rangka tubuh.

b. Tulang Panggul (Pelvis)

Tulang panggul terdiri atas tiga bagian.

1) tulang usus (ileum) berjumlah 2 buah,

2) tulang duduk (iskhium) berjumlah 2 buah,

3) tulang kemaluan berjumlah 2 buah.

c. Tulang Anggota Gerak Atas

Tulang-tulang penyusun anggota gerak atas, antara lain seperti berikut.

1) Tulang lengan atas (humerus)

Tulang lengan atas (humerus) berjumlah 2 buah. Tulang ini merupakan tulang terpanjang dari anggota atas. Tulang humerus sebelah atas bundar tetapi semakin ke bawah menjadi lebih pipih, sedangkan ujung bawahnya lebar dan agak pipih. Pada bagian paling bawah terdapat permukaan sendi yang dibentuk bersama tulang lengan bawah.

2) Tulang hasta (ulna)

Tulang hasta (ulna) berjumlah 2 buah. Tulang-tulang ini berbentuk pipa dengan ujung yang kuat dan tebal. Batang tulang hasta mendekati ujung bawah makin kecil. Fungsinya memberi kaitan kepada otot yang mengendalikan gerakan dari pergelangan tangan dan jari. Ujung bawah tulang hasta kecil dibandingkan dengan ujung atasnya.

3) Tulang pengumpil (radius)

Tulang pengumpil (radius) berjumlah 2 buah. merupakan tulang pipa dengan sebuah batang dan dua ujung serta lebih pendek daripada tulang hasta.

4) Tulang pergelangan tangan (karpal)

Tulang pergelangan tangan (karpal) berjumlah 2 kali 8 buah.

5) Tulang tapak tangan (metakarpal)

Tulang tapak tangan (metakarpal) berjumlah 2 kali 5 buah tulang.

6) Tulang jari-jari (phalanges)

Tulang jari-jari (phalanges) berjumlah 2 kali 14 ruas jari.

d. Tulang Anggota Gerak Bawah

Tulang anggota gerak bawah tersusun dari bagian-bagian berikut.

1) Tulang paha (femur)

Tulang paha (femur) berjumlah 2 buah. Tulang paha (femur) merupakan tulang terpanjang dari tubuh, yang berupa tulang pipa dan mempunyai sebuah batang dan dua ujung.

2) Tulang tempurung lutut (patela)

Tulang tempurung lutut (patela) berjumlah 2 buah. Tulang tempurung lutut (patela) terletak di depan sendi lutut, tetapi tidak ikut serta di dalamnya.

3) Tulang betis (fibula)

Tulang betis (fibula) berjumlah 2 buah. Tulang ini merupakan tulang pipa dengan sebuah batang dan dua ujung. Tulang betis adalah tulang sebelah lateral tungkai bawah.

4) Tulang kering (tibia)

Tulang kering (tibia) berjumlah 2 buah. Tulang kering (tibia) ini merupakan kerangka yang utama dari tungkai bawah dan terletak medial dari tulang betis. Tulang kering merupakan tulang pipa dengan

sebuah batang dan dua kali ujung.

5) Tulang pergelangan kaki (tarsal)

Tulang pergelangan kaki (tarsal) berjumlah 2 kali 7 buah.

6) Tulang tapak kaki (metatarsal)

Tulang tapak kaki (metatarsal) berjumlah 2 kali 5 buah tulang.

7) Tulang jari kaki (phalanges) berjumlah 2 kali 14 ruas jari.

 

D .PERKEMBANGAN TULANG

Proses osifikasi terjadi dalam beberapa tahap: (a) kartilago, (b) banperiosteum terbentuk, (c)perkembangan pusat osifikasi primer, (d) masuknya pembuluh darah, (e) rongga sumsum tulang terbentuk, (f) penipisan dan pemanjangan ban, (g) pembentukan pusat osifikasi sekunder, (h) sisa kartilago sebagai lempeng epifisis, (i) pembentukan batas epifisis  Sel-sel tulang dibentuk terutama dari arah dalam ke luar (pembentukan secara konsentris). Setiap satuan-satuan sel-sel tulang ini melingkari suatu pembuluh darah dan saraf membentuk suatu saluran yang disebut saluran Havers.

Pada setiap kelompok lapisan terdapat sel tulang yang berada pada tempat yang disebut lakuna. Pada saluran Harvers terdapat pembuluh darah yang berhubungan dengan pembuluh darah pada periosteum (selaput yang menyelimuti bagian luar tulang), yang bertugas memberikan zat makanan ke bagian-bagian tulang. Sekeliling sel-sel tulang ini terbentuk senyawa protein yang akan menjadi matriks tulang. Kelak ke dalam senyawa protein ini terdapat pula zat kapur dan fosfor, sehingga matriks tulang akan mengeras. Makin keras suatu tulang, makin berkurang pula zat perekatnya. Di sisi lain terdapat sel osteoklas yang berfungsi mengukir tulang dan mengubah bentuk sesuai dengan tingkat pertumbuhannya. Dapat diibaratkan bahwa sel osteoblas dan osteoklas bertugas untuk membongkar pasang tulang karena setiap saat sel-sel tulang ada yang  mengalami kerusakan. Pada kasus patah tulang, bagian tersebut harus secepatnya dikembalikan pada susunan semula. Sel-sel tulang yang rusak akan dimakan oleh osteoklas dan terjadilah proses perbaikan tulang.

 

E .HUBUNGAN ANTARTULANG

Terdapat 2 tulang yang saling dihubung-kan. Itulah yang dimaksud persendian atau artikulasi.

Secara garis besar, sendi-sendi tersebut dapat dibedakan menjadi 3 macam.

1. Amfiartrosis

Amfiartosis adalah persendian di mana gerakan yang terjadi amat terbatas. Misalnya hubungan antartulang rusuk dengan ruas-ruas tulang belakang. Tulang- tulang tersebut dapat menimbulkan

gerakan pada saat kita bernapas.

2. Sinartrosis

Persendian sinartrosis tidak memungkinkan adanya gerakan. Persendian ini dibedakan menjadi dua.

a. Sinartrosis Sinkondrosis

Pada persendian ini penghubungnya adalah tulang rawan.Misalnya:

a) hubungan antara tulang rusuk dan ruas tulang dada;

b) hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.

b. Sinartrosis Sinfibrosis

Pada persendian ini penghubungnya adalah serabut jaringan ikat. Misalnya, hubungan antar tulang

tengkorak (sutura).

 

 

 

3. Diartrosis

Pada jenis persendian diartosis, gerakan yang terjadi banyak dan leluasa. Macam-macam persendian diartosis yaitu sebagai berikut.

a. Sendi Peluru

Sendi peluru adalah hubungan antar tulang di mana kedua ujung tulang berbentuk bongkol dan lekuk,

serta memungkinkan pergerakan yang lebih bebas berporos tiga. Hubungan ini terjadi pada persendian

antara tulang belikat dengan tulang lengan atas, antara tulang paha dengan tulang pinggul.

b. Sendi Pelana

Hubungan antartulang yang memungkinkan gerakan kedua arah, dengan bidang-bidang sendinya berbentuk pelana. Hubungan ini dapat terjadi pada persendian antara tulang pergelangan tangan dengan

tulang telapak tangan, persendian pada ibu jari, metakarpal dan karpal.

c. Sendi Engsel

Hubungan antartulang di mana ujung-ujungnya seperti engsel dan berbentuk lekukan. Gerakan sendi ini

mempunyai 1 poros. Hubungan ini dapat terjadi pada siku, lutut, dan jari-jari.

d. Sendi Putar

Hubungan antartulang, di mana tulang yang satu berputar terhadap tulang lain. Gerakan rotasi dari sendi

putar memiliki 1 poros. Hubungan sendi ini dapat terjadi antara tulang hasta dan tulang pengumpil, antara

tulang kepala dan tulang atlas, antara tulang betis dan kering.

e. Sendi Luncur

Hubungan antartulang yang memungkinkan gerakan tulang badan membungkuk dan menggeliat.

Sendi ini tidak berporos. Hubungan ini dapat terjadi pada hubungan antarruas tulang belakang, persendian

antara pergelangan tangan dan tulang pengumpil

 

F. KELAINAN TULANG

Faktor-faktor penyebab gangguan atau kelainan, antara lain disebabkan oleh kebiasaan, pola hidup, atau bisa pula berasal dari pembawaan. Beberapa gangguan kesehatan dan kelainan yang terjadi pada anggota

gerak tubuh adalah sebagai berikut.

1. Kelainan pada Tulang

Beberapa kelainan yang terjadi pada tulang adalah sebagai berikut.

a. Fraktura

Pada kelainan tulang ini, tulang mengalami retak/patah tulang akibat mengalami benturan keras, misalnya karena kecelakaan. Pemulihan untuk kelainan ini, yaitu dengan mengembalikan pada susunan semula secepat mungkin. Pada kasus patah tulang, untuk menyambungkannya ditambahkan pen atau platina. Setelah tulang mengalami pertumbuhan dan menyatu, pen/platina akan diambil kembali. Tulang lengan yang patah memerlukan waktu penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan tulang paha. Waktu untuk penyembuhan tulang lengan ± 1 bulan, sedangkan pada tulang paha berlangsung ± 6 bulan.

b. Kelainan Bawaan Sejak Lahir

Contoh kelainan ini adalah bentuk kaki X atau O. Kelainan ini disebabkan oleh faktor keturunan dan gangguan–gangguan saat seorang ibu mengandung, misalnya ibu tersebut kekurangan vitamin D dan kalsium. Oleh sebab itu, ibu yang sedang hamil dianjurkan untuk banyak makan sayur dan susu kalsium.

c. Arthritis

Penyakit ini disebabkan terjadinya peradangan yang terjadi pada persendian. Beberapa hal yang menyebabkan penyakit ini adalah sebagai berikut.

1) Metabolisme asam urat yang terganggu, sehingga asam urat tertimbun pada sendi. Keadaan ini akan menimbulkan sakit, terutama pada jarijari tangan maupun kaki.

2) Penumpukan bahan kapur di antara dua tulang sehingga mengakibatkan sendi sulit digerakkan dan kaku. Biasanya sendi akan membengkak dan terasa sakit.

d. Gangguan yang Terjadi pada Tulang Belakang

Gangguan ini disebabkan karena kebiasaan tubuh yang salah, kelainan ini antara lain seperti berikut.

1) Lordosis, yaitu keadaan tulang belakang yang melengkung ke depan

2) Kifosis, adalah keadaan tulang belakang melengkung ke belakang, sehingga badan terlihat bongkok.

3) Skoliosis, yaitu keadaan tulang belakang melengkung ke samping kiri atau kanan.

e. Osteoporosis

Orang yang menderita kelainan ini, keadaan tulangnya akan rapuh dan keropos. Ini disebabkan karena berkurangnya kadar kalsium dalam tulang. Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, maka kadar kalsium akan berkurang sedikit demi sedikit. Wanita lebih rentan terkena gangguan tulang ini. Ketika seorang wanita mengalami menopause, ia akan kehilangan kalsium dengan cepat. Hal ini akan engakibatkan tulang keropos. Untuk menghindari hal ini, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium. Susu kalsium dosis tinggi sangat dianjurkan untuk ibu-ibu yang berumur di atas 50 tahun. Selain minum susu, sebaiknya diimbangi pula dengan olahraga yang teratur.

f. Rakhitis

Penyakit ini menyebabkan kondisi tulang seseorang yang lunak. Hal ini disebabkan dalam tubuh seseorang kekurangan vitamin D. Vitamin ini berfungsi untuk mengabsorpsi fosfor dan berperan dalam metabolism kalsium. Penderita ini disarankan banyak mengkonsumsi telur, susu, dan minyak hati ikan. Selain itu, pada pagi hari, penderita disarankan berjemur di bawah sinar matahari karena sinar matahari pagi dapat membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh.

g. Mikrosefalus

Penderita kelainan ini akan mengalami keadaan di mana pertumbuhan tulang-tulang tengkorak terlambat, sehingga bentuk kepala kecil. Kelainan ini merupakan bawaan dari lahir. Ini disebabkan karena ketika sedang hamil, seorang ibu kurang mendapat vitamin A dan zat kapur/kalsium. Oleh sebab itu, ibu hamil dianjurkan banyak mengkonsumsi vitamin A yang banyak terdapat pada sayuran yang berwarna merah dan kuning, kuning telur, mentega, minyak ikan, hati, dan susu. Sedangkan zat kapur (kalsium) dapat

diperoleh dari sayuran kubis, brokoli, biji-bijian, susu, kerang, ikan dan keju.

 

2. Cara Menjaga Kesehatan Tulang

Setelah mengetahui beberapa gangguan atau kelainan yang terjadi pada  tulang, maka Anda harus dapat mengantisipasi agar tidak mengalami gangguan- gangguan tersebut. Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan tulang kita adalah sebagai berikut.

a. Makan makanan yang cukup mengandung kalsium.

b. Olahraga yang teratur.

c. Berjemur pada sinar matahari pagi karena sinarnya sangat baik untuk membantu pembentukan vitamin D yang sangat penting sekali untuk membantu penyerapan kalsium dalam makanan. Selain cara-cara itu, kita juga harus banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D.

 

G. OTOT

Otot merupakan alat gerak aktif. Mengapa disebut demikian? Hal ini dapat dijelaskan dengan melihat aktivitas otot yang sering berkontraksi dan berelaksasi sehingga mengakibatkan pergerakan tubuh. Sebagai alat gerak aktif, otot mempunyai tiga karakteristik, yaitu sebagai berikut.

1. Kontraktibilitas, dengan kemampuan ini otot bisa memendek dari ukuran semula.

2. Ekstensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk berelaksasi atau memanjang.

3. Elastisitas, dengan sifat elastisitas ini otot memiliki kemampuan untuk kembali lagi pada posisi semula setelah berkontraksi atau berelaksasi. Satu serabut otot yang dibesarkan terlihat bahwa serabut otot dipadati dengan miofibril. Miofibril dikelilingi sitoplasma yang mengandung banyak inti, mitokondria, dan retikulum endoplasma. Membran sel otot disebut sarkolema, sedangkan sitoplasma sel otot disebut sarkoplasma.Nukleus dan mitokondria terdapat tepat di bawah membrane sel. Retikulum endoplasma

meluas di antara miofibrilmiofibril. pada miofibril terdapat bagian bagian yang terang, jernih,

daerah tersebut disebut Isotrop(I), kemudian ada juga daerah gelap yang disebut Anisotrop (A).

Ada daerah terang yang membagi daerah A yang disebut zone H, sedangkan pada daerah I juga terdapat sebuah garis gelap yang membagi daerah I yang disebut zone Z. Terdapat pula bagian yang terdapat di antara dua garis Z yang disebut sarkomer.

Jenis dan Arah Gerakan Tubuh

1. Abduksi                             Menjauhi badan

2. Adduksi                             Mendekati badan

3. Ekstensi                             Meluruskan

4. Fleksi                                 Menekuk

5. Supinasi                            Menengadahkan tangan

6. Pronasi                              Menelungkupkan tangan

7. Depresi                              Menurunkan

8. Elevasi                               Mengangkat

 

H. MEKANISME KERJA OTOT

Otot bekerja dengan cara berkontraksi dan relaksasi. Energi untuk berkontraksi diperoleh dari ATP dan kreatin fosfat, tetapi serabut otot hanya mengandung cukup ATP untuk menggerakkan beberapa kekejangan. Sumber tenaga apakah yang dapat menjadi andalan agar ATP terus tersedia?

Sumber yang paling baik ialah respirasi molekul-molekul nutrien seluler yang dibawa oleh darah ke serabut. Pada saat berkontraksi, ATP dan kreatin fosfat akan terurai. ATP akan terurai menjadi ADP (Adenosin difosfat dan energi, ADP akan terurai menjadi AMP (Adenosin Monofosfat) dan energi. Kreatin fosfat akan terurai menjadi kreatin dan fosfat. Fosfat yang dihasilkan kemudian akan bergabung dengan

ADP menjadi ATP dan akan mengalami peruraian seperti tersebut tadi. Fase aerob = glikogen mengalami laktasindogen glukosa + asam susu H2O + CO2 + energi

 

I. KELAINAN PADA OTOT

Otot pun dapat mengalami kelainan. Beberapa kelainan yang terjadi pada otot adalah sebagai berikut.

 

   
Tetanus

 

 

Kram

 

 

Hipertropi otot

Atrofi otot

 

 

 

Stiff (kaku leher)

 

 

 

 

Hernia abdominal

 

Fibriosis

 

Distrofi otot

Kondisi otot yang mengalami kejang terus menerus. Penyebab penyakit ini karena infeksi bakteri Clostridium tetani. Ketika terjadi luka, bakteri ini bisa masuk melewati luka yang terbuka tersebut.

 

Otot berada dalam keadaan kejang. Keadaan ini antara lain disebabkan karena terlalu lamanya aktivitas otot secara terus menerus.

 

Suatu keadaan otot yang lebih besar dan lebih kuat. Hal ini disebabkan karena otot sering dilatih bekerja dan berolahraga

 

Keadaan otot yang lebih kecil dan lemah kontraksinya. Kelainan ini disebabkan

karena infeksi virus polio. Pemulihannya dengan pemberian latihan otot, pemberian stimulant listrik, atau dipijat dengan teknik tertentu.

 

Keadaan meradangnya otot trapesius. Hal ini disebabkan karena gerak hentakan

secara tiba-tiba sehingga otot menjadi tertarik secara tiba-tiba. Selain itu, stress

yang berat akan membuat kejang otot leher dan punggung. Rasa sakit itu akan hilang jika stress sudah hilang.

 

 

Kondisi usus melorot ke bawah, disebabkan oleh sobeknya dinding otot perut.

 

Pembentukan jaringan ikat fibrosa. Sel-sel otot skelet ataupun alat jantung yang mati karena suatu sebab akan diganti oleh jaringan ikat karena sel-sel otot ini tidak mampu beregenerasi, sehingga otot-otot ini akan melemah.

 

Distrofi otot merupakan penyakit kronis pada otot sejak anak-anak, diperkirakan merupakan penyakit genetis (bawaan).

 

Mengantisipasi soal Ujian

                        MENGANTISIPASI SOAL UJIAN

Materiini diperuntukan untuk mahasiswa,tetapi tiada jeleknya siswa SMA memahami problematika perkuliahan dan dapat diambil manfaatnya ketika mempersiapkan UN.

Berikut ini adalah beberapa tips agar siap dalam menghadapi ujian. Artikel ini diambil dari CD MediaUM-UGM mengadaptasi beberapa informasi dari On Becoming a Master Student oleh David B. Ellis dan dari How to Study in College oleh Walter Pauk.

  • Perhatikan setiap pedoman belajar yang dibagikan oleh dosen dalam kelas sebelum ujian, atau bahkan pada awal kuliah. Misalnya: poin utama, bab-bab tertentu atau bagian-bagian suatu bab, handouts, dll.
  • Tanyalah dosenmu apa yang perlu diantisipasi dalam ujian bila dia tidak memberikan informasi sedikitpun.
  • Perhatikan dengan lebih seksama – sebelum ujian – poin-poin yang yang diangkat oleh dosen dalam kuliah.
  • Buatlah daftar pertanyaan ujian yang akan kamu buat bila kamulah yang membuat soalnya, kemudian cobalah untuk menjawabnya.
  • Pelajari ujian-ujian sebelumnya yang telah dinilai oleh dosen.
  • Berdiskusilah dengan teman kuliahmu untuk menebak kira-kira soal apa yang akan keluar dalam ujian.
  • Perhatikan pada petunjuk yang menunjukkan bahwa dosen mungkin menguji pada suatu ide tertentu, seperti ketika dosen:
    • berbicara tentang sesuatu lebih dari satu kali.
    • menulis material pada papan tulis.
    • memberikan waktu untuk mencatat.
    • bertanya-tanya.
    • berkata, “Ini akan muncul dalam ujian!”

                        Sepuluh Tips Saat Ujian

Sepuluh Tips Saat Ujian:
Ketika Anda melakukan ujian, Anda sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi pelajaran, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu. Ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.

Sepuluh tips untuk membantu Anda dalam mengerjakan ujian:

=> Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.

Bawalah semua alat tulis yang Anda butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

=> Tenang dan percaya diri.

Ingatkan dirimu bahwa Anda sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

=> Bersantailah tapi waspada.

Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan Anda mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

=> Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)

Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika Anda membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

=> Jawab soal-soal ujian secara strategis.

Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang Anda ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya Anda kerjakan adalah:

l soal paling sulit,

l yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya,

l memiliki nilai terkecil.

=> Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.

Mula-mulai, abaikan jawaban yang Anda tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat Anda abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika Anda tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila Anda yakin akan koreksi yang Anda lakukan.

=> Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.

Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin Anda tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak Anda diskusikan dulu.

=> Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.

Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.

=> Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.

Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah Anda menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa Anda telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

=> Analisa hasil ujianmu.

Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.

Sumber: Landsberger, Joe. Ten Tips for Test Taking (dari CD MEDIA UM-UGM)

TIPS PENGATURAN JADWAL BELAJAR EFEKTIF

Pengaturan Waktu adalah membuat dan melakukan jadwal belajar agar dapat mengatur dan memprioritaskan belajarmu dalam konteks membagi waktu dengan aktivitas, keluarga, dan lain-lain.

Pedoman:
~ Perhatikan waktumu.
~ Refleksikan bagaimana kamu menghabiskan waktumu.
~ Sadarilah kapan kamu menghabiskan waktumu dengan sia-sia.
~ Ketahuilah kapan kamu produktif.

Dengan mengetahui bagaimana kamu menghabiskan waktu dapat membantu untuk:

Pertama, Membuat daftar “Kerjaan”. Tulislah hal-hal yang harus kamu kerjakan, kemudian putuskan apa yang dikerjakan sekarang, apa yang dikerjakan nanti, apa yang dikerjakan orang lain, dan apa yang bisa ditunda dulu pengerjaannya.

Kedua, Membuat jadwal harian/mingguan. Catat janji temu, kelas dan pertemuan pada buku/tabel kronologis. Selalu mengetahui jadwal selama sehari, dan selalu pergi tidur dengan mengetahui kamu sudah siap untuk menyambut besok.

Ketiga, Merencanakan jadwal yang lebih panjang. Gunakan jadwal bulanan sehingga kamu selalu bisa merencanakan kegiatanmu lebih dulu. Jadwal ini juga bisa mengingatkanmu untuk membuat waktu luangmu dengan lebih nyaman.

Rencana Jadwal Belajar Efektif:
=> Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
=> Prioritaskan tugas-tugas.
=> Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
=> Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas. Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review.
=> Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar.
=> Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
=> Rencanakan juga “deadline”.
=> Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
=> Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.
=> Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri!

Diambil Dari CD Media UM-UGM diadaptasi dari: Landsberger, Joe. Managing Time

Protista ( materi kelas x smt 1 )

PROTISTA

Protista berasal dari bahasa yunani, yaitu protos yang berarti pertama atau mula-mula, dan ksitos artinya menyusun. Maka kingdom ini beranggotakan makhluk bersel satu atau bersel banyak yang tersusun sederhana. Meskipun begitu,dibandingkan dengan monera, protista sudah jauh lebih maju karena sel-selnya sudah memiliki membran inti atau eukariota.

Organisme yang tergabung dalam protista pernah membuat bingung para ahli taksonomi karena ada yang mirip tumbuhan, ada yang mirip dengan hewan, dan ada pula yang mirip dengan jamur. Untuk menjebatani perbedaan itu maka lahirlah kingdom baru, yaitu Protista.

Ciri-Ciri Protista,
Anggota kingdom Protista umumnya organisme bersel satu, ada yang berkoloni dan ada pula yang bersel banyak, tetapi belum memiliki jaringan. Hampir semua protista hidup di air, baik air tawar maupun air laut, dan beberapa yang hidup pada jaringan hewan lain. Kingdom ini ada yang menyerupai hewan, tumbuhan, maupun jamur. Sebagian protista bersifat autotrop, yaitu dapat berfotosintesis karena memiliki pigmen fotosintetik, seperti alga dan protozoa fotosintetik, misalnya Euglena. Sebagian lainnya merupakan Protozoa non fotosintetik yang hidup sebagai heterotrop, baik secara Fagotrop dan Osmotrop. Protozoa yang merupakan jamur memiliki siklus hidup dengan fase muda bersifat seperti amoeba dan reproduksinya mirip dengan jamur, yang meliputi jamur air dan jamur lendir.

A. Prorista menyerupai hewan ( Protozoa )

1. Ciri-ciri Protozoa
Protozoa merupakan organisme bersel tunggal yang sudah memiliki membran inti (eukariota). Protozoa berukuran mikroskopis, Bentuk sel Protozoa sangat bervariasi ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah. Protozoa umumnya dapat bergerak aktif karena memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu cambuk (flagellum), bulu getar (cilia), namun ada juga yang tidak memiliki alat gerak. Sebagian besar Protozoa hidup bebas di air tawar dan laut sebagai komponen biotik. Beberapa jenis Protozoa hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Protozoa hidup secara heterotrop dengan memangsa bakteri, protista lain, dan sampah organisme.

2. Reproduksi Protozoa
Protozoa sebagian besar melakukan reproduksi secara aseksual dengan
pembelahan biner. Sebagian lagi Protozoa melakukan reproduksi seksual dengan penyatuan sel generatif (sel gamet) atau dengan penyatuan inti sel vegetative ( konjugasi )

3. Penggolongan Protozoa
Berdasarkan alat geraknya, digolongkan atas;

a. Mastigophora atau Flagellata, Flagellata berasal dari kata flagel artinya cambuk atau Mastigophora dari mastig artinya cambuk, phora artinya gerakan. Semua anggota filum flagellata bergerak menggunakan flagel. Bentuk tubuh flagellata tetap karena dilindungi oleh pelikel. Di antara Flagellata ada yang hidup bebas, ada pula yang hidup bersimbiosis dalam tubuh hewan, tetapi kebanyakan bersifat parasit bergerak menggunakan bulu cambuk (Flagela)
Contoh Flagellata sebagai parasit pada manusia:
1. Leishmania donovani parasit pada manusia menyebabkan penyakit kalaazar
2. L. tropica, L. braciliensis ,manusia, penyakit kulit
3. Trypanosoma evansi , hewan ternak, penyakit sura
4. T. brucei , hewan antelope , penyakit nagana
5. T. gambiense , manusia , penyakit tidur
6. T. rhodosiensis , manusia, penyakit tidur
7. T. cruzi , parasit pada tikus dan insekta chagas
8. Trichomonas vaginalis , manusia , penyakit pada alat kelamin wanita

b. Sarcodina atau Rhizopoda, bergerak menggunakan kaki semu
(pseudopodia), Bentuk sel amoeba tidak tetap, Amoeba berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner. Apabila kondisi lingkungan tidak menguntungkan,amoeba dapat memper-tahankan hidupnya dengan membentuk kista. Kista adalah bentuk penebalan plasma guna melindungi
diri dari lingkungan yang tidak menguntungkan. Habitat organisme ini di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian kecil hidup di dalam tubuh hewan atau manusia. Ektoplasma Amoeba sp. bersifat lebih kental dari endoplasma, sehingga aliran endoplasma dan ektoplasma tersebut berperan dalam penjuluran dan penarikan pseudopodia. sitoplasmanya terdiri dari ektoplasma dan endoplasma contohnya Amoeba proteus, Entamoeba histolytica, penyebab penyakit disentri. Entamoeba gingivalis yang hidup di dalam mulut manusia dan merupakan salah satu penyebab radang pada gusi.

c. Ciliata atau Ciliophora, bergerak menggunakan bulu getar (silia), Silia
ini tumbuh permukaan tubuh, tetapi ada pula yang hanya tumbuh pada bagian tertentu dari tubuh hewan tersebut. Ciliata umumnya hidup bebas di lingkungan berair yang banyak mengandung bahan organik, dan ada pula yang hidup parasit. Ciliata yang hidup bebas contohnya : Paramaecium caudatum, Didinium, Stentor, dan Vorticella.
Hanya sedikit jenis ciliata yang hidup sebagai parasit, contohnya Balantidium
yang hidup pada usus besar ternak atau manusia.
Ciliata berkembang biak secara aseksual dengan pem-belahan biner membujur. Repro-duksi seksual dilakukan dengan konjugasi.
contoh: Paramaecium, Didinium, Stentor, Vorticella.

d. Sporozoa, tidak memiliki alat gerak khusus dan berkembang
biak dengan spora, contoh hewan filum Sporozoa : Toxoplasma gondii yang menyebabkan penyakit Toksoplasmosis. Toxoplasma gondii masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, misalnya daging yang tercemar kista toxoplasma dari kotoran kucing. Infeksi Toxoplasma gondii membahayakan bagi ibu hamil karena dapat mengakibatkan bayi yang lahir cacat, bahkan dapat membunuh embrio. Plasmodium dikenal ada 4 jenis Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria, yaitu Plasmodium
vivax, Plasmodium ovale yang menyebabkan penyakit malaria tertiana, Plasmodium falciparum menyebabkan penyakit malaria tropikana, dan Plasmodium malariae menyebabkan penyakit malaria kuartana.

4. Peranan Protozoa dalam kehidupan manusia
a. Peran yang menguntungkan
Protozoa yang hidup di air tawar dan air laut merupakan zooplankton yang menjadi salah satu sumber makanan bagi hewan air termasuk udang, ikan, kepiting yang secara ekonomis bermanfaat bagi manusia. Peran protozoa lainnya adalah dalam mengontrol jumlah bakteri di alam karena protozoa merupakan pemangsa bakteri. Foraminifera, kerangkanya yang telah kosong mengendap di dasar laut membentuk tanah globigerina, yang berguna
sebagai petunjuk adanya minyak bumi. Radiolaria, kerangkanya jika mengendap di dasar laut menjadi tanah radiolaria yang dapat digunakan sebagai bahan penggosok.
b. Peran yang merugikan
Protozoa dapat ditemukan di mana-mana karena termasuk organisme kosmopolit. Oleh karena itu, beberapa jenis protozoa dapat mengancam kesehatan manusia karena dapat menyebabkan penyakit.

B. Protista Menyerupai Jamur

Beberapa kelompok jamur tidak dikelompokkan ke dalam dunia Fungi atau jamur, tetapi dikelompokkan ke dalam dunia Protista, sebab pada satu tahap dalam daur hidupnya, yaitu pada fase vegetatif, jamur tersebut mampu bergerak seperti protozoa.

Kelompok jamur tersebut adalah sebagai berikut.
1. Myxomycota (jamur lendir tidak bersekat)
Jamur ini memiliki tubuh tidak bersekat, ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. Struktur tubuh vegetatifnya berbentuk seperti lendir yang disebut plasmodium dan mengandung banyak sekali inti.

Reproduksi generatifnya dengan cara singami, yaitu melalui peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama. Hasilnya berupa zigot yang nantinya tumbuh menjadi tumbuhan dewasa.
Contoh : Physarium sp.

2. Acrasiomycota (jamur lendir bersekat)
Ciri yang dimiliki jamur ini adalah tubuh yang bersekat, ada yang bersel satu, dan ada yang bersel banyak. Struktur tubuh vegetatifnya sama dengan myxomycota, demikian juga untuk reproduksi generatifnya. Hal yang membedakan adalah jika pada kondisi yang tidak menguntungkan ,plasmodium pada myxomycota akan berhenti bergerak dan membentuk tangkai yang ujungnya membentuk struktur reproduksi. Namun, Plasmodium pada acrasiomycota akan membentuk agregat berbentuk seperti siput tanpa cangkang, jika lingkungan menguntungkan, agregat akan berhenti dan membentuk tubuh buah yang mengandung spora reproduksi.
Contoh: Dyctyostelium

3. Oomycota (Jamur air)
Kelompok jamur yang memiliki dinding sel dari selulosa dan hifa yang tidak bersekat. Reproduksi vegetatif dengan zoospora, yaitu spora berflagel dua yang mampu bergerak bebas. Sementara itu reproduksi secara generatif dengan pertemuan gamet jantan dan betina, lalu membentuk zigot berdinding tebal kemudian mengalami periode istirahat membentuk oospora. Fase hidup hasil reproduksi generatif ini lebih panjang bila dibanding dengan fase vegetatif.
Contoh:
• Saprolegnia sp, hidup saprofit pada bangkai serangga yang mati di air.
• Phytopthora infestan, parasit pada tanaman kentang.
• Phytopthora nicotinae, parasit pada tanaman tembakau.
• Phytopthora faberi, parasit pada tanaman karet.
• Pytium sp, hidup parasit pada tanaman yang sedang berkecambah.

C. Protista Menyerupai Tumbuhan ( Alga )

Alga (ganggang), Kebanyakan ahli botani mengelompokkan ke dalam dunia tumbuhan, tetapi karena semua ganggang tidak memiliki sebagian ciri-ciri pokok dunia tumbuhan maka ia dikelompokkan kedalam dunia tersendiri, yaitu Protista.

Sebagai organisme bersel satu (uniseluler) dan bersel banyak (multiseluler) alga memiliki klorofil untuk fotosintesis. Selain klorofil, juga memiliki pigmen lain, seperti fikosianin (warna biru), fikoeritrin (warna merah), fikosantin (warna coklat), xantofil (warna kuning) dan karotena (warna keemasan). Beberapa alga ada yang berthalus, yaitu struktur tubuhnya yang berupa akar, batang, dan daun tidak sejati. Reproduksi vegetative alga secara membelah diri, fragmentasi, membentuk spora.Sedangkan secara generatif dengan menyatukan dua sel gamet jantan dan betina. Hasil peleburan dua gamet yang berukuran sama disebut dengan isogami, dan peleburan dua gamet dengan ukuran yang berbeda disebut anisogami.
Sebagai vegetasi perintis, alga menempel pada makhluk hidup lain atau di tempat-tempat basah dan lembab. Sedangkan, beberapa jenis alga banyak ditemukan di perairan, baik air tawar maupun air laut sebagai plankton.
Berdasarkan pigmen atau zat warna yang dikandungnya,

alga dikelompokkan menjadi 4 divisio, sebagai berikut.
1. Ganggang hijau (Chlorophyta)
2. Ganggang coklat (Phaeophyta)
3. Ganggang merah (Rhodophyta)
4. Ganggang keemasan (Chrysophyta)

1. Ganggang hijau (Chlorophyta)
Ganggang hijau merupakan ganggang uniseluler maupun multiseluler yang memiliki klorofil yang dominan sehingga berwarna hijau.Selain klorofil a dan klorofil b terdapat juga pigmen karotin dan xantofil. Jenis ganggang ini hampir 90 % hidup di air tawar dan 10 % hidup di laut sebagai plankton, menempel pada batuan atau tumbuhan lain.
Jenis-jenis ganggang hijau dikelompokkan menjadi:
a. Ganggang bersel satu tidak bergerak
1) Chlorella sp. berbentuk bulat, hidup di air tawar atau air laut, reproduksi secara vegetatif dengan membelah diri, digunakan untuk mempelajari
fotosintesis.
2) Cholococcum sp. berbentuk bulat, hidup di air tawar, reproduksi secara vegetative dengan membentuk zoospora secara generatif dengan isogami.

b. Bersel satu bergerak
1) Chlamydomonas sp, berbentuk bulat telur, memiliki dua flagel, kloroplasnya berbentuk mangkok atau pita mengandung pyrenoid dan sigma. Reproduksinya dengan membelah diri dan konjugasi.
2) Euglena viridis, bentuknya seperti mata, memiliki sebuah flagel, klorofil dan sigma. Reproduksinya dengan membelah diri. Euglena ada juga mengelompokkannya ke dalam protozoa.

c. Berbentuk koloni yang bergerak, Volvox globator, bentuk koloninya menyerupai bola yang tersusun atas ribuan volvox yang satu dengan yang lain dihubungkan oleh benang-benang sitoplasma.
d. Berbentuk koloni yang tidak bergerak, Hydrodiction sp, koloninya berbentuk jala, banyak ditemukan di air tawar, reproduksinya secara vegetatif dengan fragmentasi dan secara generatif dengan konjugasi.
e. Berbentuk benang, Spirogyra sp., kloroplasnya berbentuk spiral, hidup di air tawar, reproduksinya secara vegetatif dengan konjugasi.
f. Berbentuk lembaran, Ulva, hidup di laut menempel pada batu, dapat dimakan.

2. Ganggang Coklat (Phaeophyta)
Umumnya ganggang coklat bersel banyak (multiselluler),dengan pigmen coklat (fukosantin) yang dominan disamping memiliki klorofil a dan b. Bentuk tubuhnya yang menyerupai tumbuhan tingkat tinggi karena memiliki bagian menyerupai akar, batang, dan daun membuat ganggang ini mudah dikenali. Banyak ditemukan di pantai atau perairan laut dangkal. Cara reproduksi ganggang coklat secara vegetatif dengan fragmentasi dan generatif melalui isogami atau oogami. Jenis-jenis alga coklat, antara lain:
a. Laminaria, memiliki batang, daunnya berbentuk lembaran, mengandung yodium dan asam alginat.
b. Macrocystis, menghasilkan yodium dan asam alginat yang berfungsi sebagai bahan industri.
c. Sargasum, daun berbentuk lembaran, di antara batang dan tangkainya terdapat gelembung udara.
d. Fucus, bentuk daun berupa lembaran
3. Ganggang Merah (Rhodophyta)
Merupakan ganggang yang tubuhnya bersel banyak (multiselluler), memilki klorofil a dan b dengan pigmen dominan merah (fikoeritrin) dan karotin. Bentuk tubuh yang menyerupai tumbuhan tinggi dan hidup di laut banyak dimanfaatkan manusia untuk bahan makanan agar-agar. Cara reproduksi ganggang merah secara vegetative dengan membentuk spora dan secara generative dengan anisogami.
Jenis-jenis alga merah yang terkenal antara lain:
a. Euchema spinosum, sebagai bahan pembuat agar-agar, banyak terdapat di perairan Indonesia.
b. Gelidium sp. dan Gracilaria sp, sebagai bahan pembuatan agar-agar banyak terdapat di perairan negara yang agak dingin.

4. Ganggang Keemasan (Chrysophyta)
Ganggang ini ada yang bersel satu (uniselluler) dan bersel banyak (multiselluler). Memiliki klorofil a dan b serta pigmen dominan keemasan (karotin) dan fukosantin. Dapat dijumpai hidup di air tawar
a Bersel tunggal
1) Ochromonas, bentuknya seperti bola, memiliki flagel yang panjangnya tidak sama, reproduksinya dengan membelah diri.
2) Navicula, atau diatome atau ganggang kersik, bentuk tubuhnya kotak atau elips, jika mati fosilnya akan membentuk tanah diatome yang berfungsi sebagai bahan penggosok, campuran semen atau penyerap nitrogliserin pada bahan peledak. Reproduksinya membelah diri
3) Pinnularia, mirip dengan diatome.
b. Bersel banyak
Vaucheria, tubuhnya berbentuk benang,hidupnya di air tawar.