Materi Ekologi

EKOSISTEM

 

  1. Konsep Ekosistem

.

Dalam ekosistem, terdapat satuan-satuan makhluk hidup. Individu,populasi, komunitas, biosfer yang merupakan satuan makhluk hidup dalamsatu ekosistem, dan sinar matahari sangat berperan terhadap kelangsungan hidup satuan-satuan ekosistem tersebut.

  1. Individu

Seekor domba ,seekor ayam, sebatang pohon mangga  dinamakan individu.Individu adalah satuan makhluk hidup tunggal.

  1. Populasi

Sekumpulan domba di padang rumput ,Sekumpulan ikan nila di dalam kolam air tawar ,Jika di dalam kolam tersebut juga ditumbuhi sekumpulan tumbuhan teratai, berarti dalam kolam tersebut juga terdapat populasi tumbuhan teratai. Populasi adalah sekumpulan individu sejenis yang hidup dalam suatu habitat tertentu, pada kurun waktu tertentu.

  1. a. Kepadatan Populasi

Besarnya populasi ditunjukkan oleh jumlah individu di dalam suatu populasi per satuan luas. Besarnya populasi per satuan luas ini disebut kepadatan populasi. Misalkan, satu areal perkebunan murbai luasnya 1.000 m2. Dalam kebun tersebut terdapat 1.000 pohon murbai dan 20.000 ekor ulat sutra. Itu berarti kepadatan populasi pohon murbai adalah 1.000 pohon/1.000 m2 atau 1 pohon/m2 dan kepadatan populasi ulat sutra adalah 20.000 ekor/1.000 m2 atau 20 ekor/m2.

  1. b. Perubahan Populasi

Perubahan populasi dapat terjadi dari waktu ke waktu. Perubahan ini terjadi karena adanya pertambahan atau pengurangan jumlah populasi. Berkurang atau bertambahnya populasi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya, perubahan musim, imigrasi, ataupun emigrasi.Imigrasi adalah pertambahan populasi karena adanya kelahiran (natalitas)dan pendatang dari tempat yang lain, sedangkan emigrasi adalah berkurangnya populasi karena adanya kematian (mortalitas) dan

perginya individu ke tempat yang lain.

  1. Komunitas

Di dalam kolam ikan air tawar, terdapat sekumpulan ikan nila, sekumpulan tumbuhan teratai, sekumpulan ganggang hijau, dan sekumpulan katak. Sekumpulan populasi yang hidup dalam air tawar ini disebut sebagai komunitas kolam air tawar. Komunitas adalah sekumpulan berbagai macam populasi makhluk hidup yang hidup dalam suatu wilayah tertentu. Suatu komunitas tersusun dari semua populasi yang hidup dan saling berinteraksi antara satu dengan yang lain dalam

suatu wilayah dan waktu tertentu.

  1. Ekosistem

Komunitas ikan air tawar selalu berhubungan dengan kolam ikan,air, udara, tanah, dan sinar matahari. Komunitas tidak dapat terlepas dari pengaruh lingkungan yang tidak hidup di sekitarnya. Antara komunitas dan lingkungan tak hidupnya terbentuk suatu interaksi.Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungan hidupnya yang saling berinteraksi dan membentuk hubungan timbal balik. Oleh karena itu, ekosistem disebut juga sistem lingkungan. Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk karena pengaruh alam sekitar dan bukan karena campur tangan manusia, contohnya, sungai, laut, danau, hutan, dan gunung, sedangkan ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibentuk oleh manusia, contohnya, kolam ikan, akuarium, waduk, dan sawah.

  1. Biosfer

Ekosistem mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Ekosistem yang kecil akan membentuk ekosistem yang lebih besar. Seluruh ekosistem di muka bumi ini akan membentuk satu ekosistem yang lebih besar yang disebut biosfer

  1. Komponen Ekosistem

Ekosistem tersusun dari komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik). Antara kedua

  1. Komponen Abiotik
  2. Cahaya Matahari,Cahaya matahari adalah sumber energi utama dalam proses fotosintesis, merupakan sumber energi utama dalam ekosistem. Selain itu, cahaya matahari juga berpengaruh terhadap keberadaan siang, malam, dan suhu lingkungan.
  3. Oksigen dan Karbon Dioksida, Oksigen diperlukan dalam proses respirasi. Pada respirasi dikeluarkan gas karbon dioksida. Karbon dioksida diperlukan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Dalam proses fotosintesis akan dilepaskan oksigen. Dengan demikian, terjadi siklus oksigen dan karbon dioksida dalam proses pernapasan dan fotosintesis.
  4. Air, tubuh makhluk hidup terdiri dari 90% air. Air berfungsi sebagai pelarut zat makanan yang dimakan oleh makhluk hidup. Air juga diperlukan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Bagi hewan air, seperti ikan, katak, dan buaya, air diperlukan untuk tempat hidupnya.
  5. Tanah, merupakan tempat hidup berbagai makhluk hidup , sumber mineral. Pada tanah gembur terdapat lebih banyak makhluk hidup daripada pada tanah tandus.
  6. Suhu, Terjadinya perubahan suhu dari panas ke dingin atau sebaliknya sangat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup yang ada di dalam suatu ekosistem karena perubahan suhu ini dapat mengakibatkan perubahan iklim dan curah hujan.
  7. Kelembapan,Daerah berhawa dingin kelembapan tinggi daripada daerah yang berhawa panas . Tumbuhan yang hidup di dua daerah tersebut juga berbeda. Pada daerah lembap, lebih banyak terdapat tumbuhan yang memerlukan sedikit sinar matahari, seperti paku-pakuan, lumut, dan anggrek-anggrekan yang biasanya hidup secara epifit pada batu-batu lembap, batang kayu basah, dan lainnya.Di daerah panas, misalnya pantai, lebih banyak ditumbuhi tumbuhan, seperti bakau dan pohon kelapa.
  8. PH, derajat keasaman tanah dan atau air berpengaruh pada organisma yang hidup didalamnya, ada organisma yang tahan terhadap kondisi lingkungan asam , tetapi jenis organsma lain dapat menyesuaikan diri pada lingkungan netral atau bersifat basa.

  1. Komponen Biotik dan fungsinya

Komponen biotik terdiri atas makhluk hidup, seperti tumbuhan, hewan, ataupun makhluk hidup pengurai. Berdasarkan fungsinya di dalam ekosistem, komponen biotik dibedakan menjadi tiga macam, yaitu produsen, konsumen, dan dekomposer (pengurai). Masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda beda.Produsen berfungsi sebagai penghasil makanan, konsumen sebagai pemakan, dan dekomposer menjadi pengurainya.

  1. Produsen

Produsen merupakan makhluk hidup yang dapat menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup lainnya. Semua tumbuhan berklorofil merupakan produsen karena dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis. Fotosintesis dapat terjadi dengan bantuan cahaya matahari.Hasil fotosintesis berupa gula yang kemudian dapat diurai menjadi lemak,protein, karbohidrat, dan vitamin yang merupakan sumber energi bagi makhluk hidup lainnya.

  1. Konsumen

Konsumen merupakan makhluk hidup yang berperan sebagai pemakan bahan organik atau energi yang dihasilkan oleh produsen yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Dengan demikian, kehidupan konsumen sangat bergantung kepada produsen.Konsumen dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu sebagai berikut.

1)       Konsumen tingkat pertama (konsumen primer) merupakan konsumen yang memakan tumbuhan secara langsung, misalnya, hewan pemakan tumbuhan (herbivor), seperti zooplankton, ulat,belalang, tikus, sapi, kerbau, kambing, dan kuda.

2)       Konsumen tingkat kedua (konsumen sekunder) merupakan konsumen yang memakan konsumen tingkat pertama, misalnya,burung pemakan ulat dan ular pemakan tikus. Biasanya adalah hewan pemakan daging (karnivora).

3)       Konsumen tingkat ketiga (konsumen tersier) merupakan konsumen yang memakan konsumen tingkat kedua, misalnya, burung elang pemakan ular atau burung alap-alap pemakan burung pemakan ulat.

4)       Konsumen tingkat keempat (konsumen puncak) merupakan konsumen yang memakan konsumen tingkat ketiga. Manusia sebagai pemakan tumbuhan dan daging (omnivora) berada pada tingkatan konsumen.

  1. Dekomposer (Pengurai)

Mikroorganisme pengurai atau sering disebut dengan dekomposer. Onggokan sampah yang menumpuk akan diurai oleh bakteri pembusuk dan jamur. Sisa-sisa makanan, bangkai binatang, dan sisa bahan organik lainnya akan menjadi makanan bagi bakteri pembusuk. Setelah diurai oleh bakteri, sisa bahan organik tersebut membusuk menjadi komponen penyusun tanah. Tanah menjadi subur dan baik untuk ditanami. Begitu seterusnya sehingga tanaman sebagai produsen dikonsumsi oleh konsumen primer dan sampai pada akhirnya konsumen akhir mati dan diuraikan oleh dekomposer.

  1. Interaksi antar komponen Ekosistem

Dalam suatu ekosistem, terdapat suatu keseimbangan dinamis, yaitu kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan. Perubahan ekosistem karena perubahan jumlah populasi komponen biotiknya sangat berpengaruh terhadap suatu ekosistem. Perubahan komponen biotik tersebut dapat disebabkan oleh adanya pertumbuhan, perkembangbiakan, ataupun kematian.Sebagai contoh, jika musim kemarau tidak ada petani yang menanam padi, ulat dan tikus pemakan batang padi tidak mendapat makanan yang cukup sehingga jumlahnya menurun. Demikian juga dengan burung pemakan ulat dan ular pemakan tikus, sebagian masih mendapat makanan untuk bertahan hidup dan sebagian lagi akan mati karena tidak kebagian makanan. Akan tetapi, pada saat musim penghujan, petani mulai menanam padi maka ulat pemakan daun padi dan tikus pengerat batang padi akan meningkat jumlahnya karena adanya peningkatan jumlah makanan tersebut, yang diikuti juga dengan kenaikan jumlah burung pemakan ulat, dan ular pemakan tikus akan berkembang pesat pula.

 image002

Biasanya, batas mekanisme homeostatis dapat dengan mudah diterobos oleh kegiatan manusia. Misalnya, pembuangan sampah beracun yang terlalu banyak di dalam perairan sungai sehingga melampaui batas homeostatis alami sungai yang mengakibatkan kerusakan yang parah terhadap ekosistem sungai. Contoh lainnya adalah penebangan hutan lindung yang melampaui batas homeostatis sehingga dapat merusak mekanisme homeostatis ekosistem hutan.

Interaksi antara komponen penyusun ekosistem tersebut terbagi menjadi:

  1. a. interaksi antara komponen biotik dan komponen abiotik;
  2. b. interaksi antar komponen biotik, dibedakan menjadi :

1) kompetisi antara makhluk hidup sejenis (interspesies);

2) kompetisi antara makhluk hidup yang berbeda jenis (antarspesies).

Burkholder dalam Odum, menyebutkan ada 9 interaksi penting :

  1. netralisme,
  2. persaingan: tipe campur tangan secara langsung,
  3. persaingan: tipe penggunaan sumber,
  4. amensalisme,
  5. parasitisme,
  6. predatorisme,
  7. komensalisme,
  8. protokoperasi, keduanya memang mendapat keuntungan tetapi keduanya tidak saling tergantung satu sama lainnya sehingga tidak bersifat wajib atau obligat.
  9. Mutualisme, keduanya mendapat untung dan saling ketergantungan satu sama kain.
Tipe interaksi Spesies ( sp ) Sifak interaksi
1 2
1.        Netralisme

2.        Persaingan langsung

3.        Persaingan sumber

4.        Amensalisme

5.        Parasitisme

6.        Predatorisme

7.        Komensalsme

8.        Protokooperasi

9.        Mutualisme

 

0

+

+

+

+

+

 

0

0

0

+

+

Keduanya saling tidak erpengaruh.

Keduanya merugi.

Keduanya merugi.

Sp 1 dihambat Sp 2 tdk terpengaruh.

Sp 1 untung Sp 2 rugi.

Sp 1 untung Sp 2 rugi.

Sp 1 untung Sp 2 tdk terpengaruh.

Keduanya untung.

Keduanya untung.

 III. Energi dan Aliran energi

 1)       Aliran energi dalam ekosistem

Energi dapat berubah menjadi bentuk lain, seperti energi kimia, energi mekanik, energi listrik, dan energi panas. Perubahan bentuk energi menjadi bentuk lain ini dinamakan transformasi energi. Sumber energi utama bagi kehidupan adalah cahaya matahari. Energi cahaya matahari masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen (organisme fotoautotropik) yang diubah menjadi energi kimia tersimpan di dalam senyawa organik. Energi kimia mengalir dari produsen ke konsumen dari berbagai tingkat tropik melalui jalur rantai makanan. Energi kimia tersebut digunakan organisme untuk pertumbuhan dan perkembangan.Kemampuan organisme-organisme dalam ekosistem untuk menerima dan menyimpan energi dinamakan produktivitas ekosistem. Produktivitas ekosistem terdiri dari produktivitas primer dan produktivitas sekunder.

 image003

 1.Produktivitas primer

Produktivitas primer adalah kecepatan organisme autotrop sebagai produsen mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia dalam bentuk bahan organik. Hanya sebagian kecil energi cahaya yang dapat diserap oleh produsen. Produktivitas primer berbeda pada setiap ekosistem, yang terbesar ada pada ekosistem hutan hujan tropis dan ekosistem hutan bakau.

Seluruh bahan organik yang dihasilkan dari proses fotosintesis pada organisme fotoautotrop disebut produktivitas primer kotor (PPk). Lebih kurang 20% dari PPK digunakan oleh organisme fotoautotrop untuk respirasi, tumbuh dan berkembang. Sisa PPK yang baru disimpan dikenal sebagai produktivitas primer bersih (PPB). Biomassa organisme autotrop (produsen) diperkirakan mencapai 50%-90% dari seluruh bahan organik hasil fotosintesis. Hal ini menunjukkan simpanan energi kimia yang dapat ditransfer ke trofik selanjutnya melalui hubungan makan dimakan dalam ekosistem.

2.Produktivitas sekunder

Produktivitas sekunder adalah kecepatan organisme heterotrop mengubah energi kimia dari bahan organik yang dimakan menjadi simpanan energi kimia baru di dalam tubuhnya. Energi kimia dalam bahan organik yang berpindah dari produsen ke organisme heterotrop (konsumen primer) dipergunakan untuk aktivitas hidup dan hanya sebagian yang dapat diubah menjadi energi kimia yang tersimpan di dalam tubuhnya sebagai produktivitas bersih.Demikian juga perpindahan energi ke konsumen sekunder dan tersier akan selalu menjadi berkurang. Perbandingan produktivitasbersih antara trofik dengan trofik-trofik di atasnya dinamakan efisiensi ekologi. Diperkirakan hanya sekitar 10% energi yang dapat ditransfer sebagai biomassa dari trofik sebelumnya ke trofik berikutnya.

2)       Rantai makanan dan jaring-jaring makanan

  1. a. Rantai Makanan

Dalam ekosistem terdapat hubungan makan dan dimakan , pengalihan energi dari tumbuhan melalui beberapa makhluk hidup yang makan dan dimakan sehingga terbentuklah rantai makanan. Ada tiga tipe rantai makanan : tipe perumput, mata rantai makanannya berawal dari tumbuhan, maka tingkat trofi 1 diduduki oleh tumbuhan hijau (produsen), tingkat trofi 2 diduduki oleh herbivora (konsumen 1), tingkat trofi 3 diduduki oleh karnivora (konsumen 2), dan seterusnya. Tipe detritus ,mata rantai makanan pada tipe ini berawal dari organisme perombak.Ingat kembali, detritus merupakan hancuran (fragmen) dari bahan-bahan sudah terurai yang dikonsumsi hewan-hewan kecil seperti rayap, cacing tanah, tripang, dan sebagainya.Pada tipe rantai makanan parasit, terdapat organisme lebih kecil yang memangsa organisme lebih besar.

  1. b. Jaring-Jaring Makanan

Jika dalam rantai makanan dapat ditarik satu garis lurus, pada jaring-jaring makanan ini, peristiwa makan dan dimakan tidak sesederhana yang kalian bayangkan karena satu makhluk hidup dapat memakan lebih dari satu jenis makanan dan satu makhluk hidup dapat dimakan oleh lebih dari satu makhluk hidup sehingga garis yang terjadi saling bersilangan. Dalam kehidupan ini, rantai makanan dapat saling berhubungan satu dengan yang lain sehingga dapat membentuk suatu jaring-jaring yang sangat kompleks. Keadaan inilah yang disebut dengan jaring-jaring makanan.

 image006

3)       Piramida  Ekologi

Piramida makanan adalah piramida yang menggambarkan jumlah berat dan energi mulai dari produsen sampai konsumen puncak. Piramida ini dibuat dengan satu asumsi bahwa pada saat terjadi peristiwa makan dan dimakan telah terjadi perpindahan energi dari makhluk hidup yang dimakan ke makhluk hidup pemakannya. Misalnya, dari produsen ke konsumen I, dari konsumen I ke konsumen II, dari konsumen II ke konsumen III, dan seterusnya. Akan tetapi, harus diingat bahwa tidak semua energi dari makhluk hidup yang dimakan akanberpindah ke makhluk hidup pemakan sehingga terbentuk piramida makanan yang semakin ke atas semakin mengecil. Selain energi dalam bentuk makanan, tubuh organisme juga memerlukan air, oksigen, dan mineral. Jaring-jaring makanan muncul dengan diawali terjadinya proses perputaran zat dari tubuh organisme menuju

tanah dan reaksi kimia. Proses ini sering disebut dengan daur biogeokimia.

1.Piramida jumlah

Penentuan piramida jumlah didasarkan pada jumlah organisme yang terdapat pada satuan luas tertentu atau kepadatan populasiantar trofiknya dan mengelompokan sesuai dengan tingkat trofiknya. Perbandingan populasi antar trofik umumnya menunjukkan jumlah populasi produsen lebih besar dari populasi konsumen primer lebih besar dari populasi konsumen skunder lebih besar dari populasi konsumen tersier. Ada kalanya tidak dapat menggambarkan kondisi sebagaimana piramida ekologi. Misalnya, pada sebuah pohon asam tinggal jutaan semut, puluhan kupu-kupu, ratusan lebah, dan sekelompok burung pemakan serangga.

image008

2.Piramida biomassa

Piramida biomassa dibuat berdasarkan pada massa (berat) kering organisme dari tiap tingkat trofik persatuan luas areal tertentu.Secara umum perbandingan berat kering menunjukkan adanya penurunan biomassa pada tiap tingkat trofik. Satuan yang dipakai adalah berat total organisme dalam satuan berat (gr/kg) per satuan luas tertentu (m² atau hektar) yang biasanya diukur dalam berat kering. Untuk mengukur biomassa seluruhnya, dilakukan teknik sampling (cuplikan) guna memperkirakan seluruhnya.

image010

 3.Piramida energi

Dasar penentuan piramida energi adalah dengan cara menghitung jumlah energi tiap satuan luas yang masuk ke tingkat trofik dalam waktu tertentu, (misalnya per jam, per hari, per tahun).Piramida energi dapat memberikan gambaran lebih akurat tentang kecepatan aliran energi dalam ekosistem atau produktivitas pada tingkat trofik. Kandungan energi tiap trofik sangat ditentukan oleh tingkat trofiknya sehingga bentuk grafiknya sesuai dengan piramida ekologi yang sesungguhnya di lingkungan. Energi yang mampu disimpan oleh individu tiap trofik dinyatakan dalam k kal/m2/hari.

image012

Pada piramida energi tampak jelas adanya penurunan jumlah energi secara bertahap dari trofik terendah ke trofik di atasnya. Penurunan ini disebabkan oleh hal-hal berikut.

1) Hanya sejumlah makanan tertentu yang dapat dimakan oleh organisme trofik di atasnya.

2) Beberapa bahan makanan yang sulit dicerna dibuang dalam keadaan masih mengandung energi kimia.

3) Hanya sebagian energi kimia dalam bahan makanan yang dapat disimpan dalam sel dan sebagian lainnya untuk melakukan aktivitas hidup.Selain itu bentuk piramida energi jika dibandingkan pada suatu tempat dengan tempat lain, dapat diketahui efisiensi produktivitas pada kedua tempat itu Pada proses perpindahan selalu terjadi pengurangan jumlah energi setiap melalui tingkat trofik makan-memakan.

 

  1. Daur Biogeokimia

Definisi

Biogeokimia adalah pertukaran atau perubahan yang terus menerus, antara komponen biosfer yang hidup dengan tak hidup.

Dalam suatu ekosistem, materi pada setiap tingkat trofik tidak hilang. Materi berupa unsur-unsur penyusun bahan organik tersebut didaur-ulang. Unsur-unsur tersebut masuk ke dalam komponen biotik melalui udara, tanah, dan air. Daur ulang materi tersebut melibatkan makhluk hidup dan batuan (geofisik) sehingga disebut Daur Biogeokimia.

Fungsi

Fungsi Daur Biogeokimia adalah sebagai siklus materi yang mengembalikan semua unsur-unsur kimia yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik komponen biotik maupun komponen abiotik, sehingga kelangsungan hidup di bumi dapat terjaga.

  1. a. Daur Karbon (C)

Sumber karbon bagi kebutuhan makhluk hidup terdapat dalam bentuk karbon dioksida (CO2) yang berasal dari atmosfer maupun yang terlarut di dalam air. Karbon dibutuhkan tumbuhan hijau (produsen) dalam proses fotosintesis untuk pembentukan karbohidrat, protein, dan lemak. Adapun manusia dan hewan (konsumen) memperoleh karbon dalam bentuk senyawa karbohidrat, protein, dan lemak yang terdapat dalam tumbuhan hijau.Pelepasan karbon ke atmosfer terjadi pada pernapasan (respirasi) makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Selain itu, pelepasan karbon juga terjadi pada proses pembusukan sisa tumbuhan atau hewan yang telah mati oleh mikroorganisme dan pembakaran karbon organik seperti pembakaran minyak bumi dan batu bara.

  1. b. Daur Oksigen (O2)

Oksigen (O2) dalam keadaan bebas terdapat di atmosfer dan di dalam air. Oksigen tersebut diambil atau digunakan oleh makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, dan manusia untuk pernapasan (respirasi). Oksigen yang diambil itu kemudian diganti oleh tumbuhan hijau yang melepas oksigen ke atmosfer pada saat berlangsungnya proses fotosintesis.

  1. c. Daur Nitrogen (N)

Di dalam lapisan atmosfer bumi terdapat sekitar 80% nitrogen (N) dalam bentuk N2. unsur nitrogen di alam tidak berubah menjadi unsur lain dan jumlahnya tetap, tetapi hanya berubah dari senyawa satu ke senyawa yang lain. Tumbuhan hanya dapat memanfaatkan nitrogen dalam bentuk senyawa nitrit dan senyawa nitrat, sedangkan hewan dan manusia memanfaatkan nitrogen dalam bentuk protein. Nitrogen relatif sangat jarang ditemukan dalam bentuk senyawa karena lambat atau susah bereaksi dengan unsur lain, maka satu-satunya cara organisme memperoleh nitrogen melalui fiksasi.Fiksasi nitrogen (Nmerupakan proses pemisahan dua atom nitrogen (gas N2) kemudian digabung. Fiksasi ini terjadi melalui kerja enzim nitrogenase dengan menggunakan energi dari Metabolisme organisme, sedangkan.Beberapa cara fiksasi nitrogen, adalah sebagai berikut.

1) Fiksasi secara fisika :Diatmosfir kandungan unsur nitrogen 80%Ketika petir menyambar maka nitrogen diudara terbakar dan bereaksi dengan air menjadi air hujan. Dengan efektifitas : 10 kg/ha/th

2) Fiksasi secara biologis oleh Mikroorganisme :

  1. Bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil-bintil akar kacang tanah dapat mengikat nitrogen bebas dari udara dengan efektifitas : 250 Kg/Ha/Th ,
  2. Azotobacter, clostridium bakteri bebas yang mampu mengikat nitrogen dari udara  dengan efektifitas :15 kg/ha/th  
  3. Simbiosis antara alga biru  ( Anaebaena , Nostoc ) dengan paku-pakuan mempunyai kemampuan mengikat Nitrogen dari udara.

3). proses fiksasi tanpa enzim dilakukan oleh industri kimia seperti pembuatan pupuk urea, NPK, dan amonium nitrat

 Proses Nitrifikasi

Proses ini diawali dengan proses amonifikasi kemudian dilanjutkan dengan Nitrifikasi merupakan proses pengubahan senyawa amoniak menjadi senyawa nitrat oleh bakteri tertentu, melalui 2 tahap yaitu proses nitritasi dan proses nitratasi. Proses ini dapat berlangsung pada keadaan cukup oksigen (aerob).

 image013

 4) Denitrifikasi

Denitrifikasi merupakan proses penguraian senyawa amoniak, nitrit, dan nitrat menjadi nitrogen, terjadi pada keadaan aerasi (kandungan udara ) dan kelembaban rendah. Bakteri yang berperan dalam proses ini disebut bakteri denitrifikasi,

 d.Daur Air (H2O)

Air di atmosfer berada dalam bentuk uap air. Uap air berasal dari air di daratan dan laut yang menguap karena panas cahaya matahari. Sebagian besar uap air di atmosfer berasal dari laut karena laut mencapai tigaperempat luas permukaan bumi. Uap air di atmosfer terkondensasi menjadi awan yang turun ke daratan dan laut dalam bentuk hujan. Air hujan di daratan masuk ke dalam tanah membentuk air permukaan tanah dan air tanah. Tumbuhan darat menyerap air yang ada di dalam tanah. Dalam tubuh tumbuhan air mengalir melalui suatu pembuluh. Kemudian melalui tranpirasi uap air dilepaskan oleh tumbuhan ke atmosfer. Transpirasi oleh tumbuhan mencakup 90% penguapan pada ekosistem darat. Hewan memperoleh air langsung dari air permukaan serta dari tumbuhan dan hewan yang dimakan, sedangkan manusia menggunakan sekitar seperempat air tanah. Sebagian air keluar dari tubuh hewan dan manusia sebagai urin dan keringat.

Air tanah dan air permukaan sebagian mengalir ke sungai, kemudian ke danau dan ke laut. Siklus ini di sebut Siklus Panjang. Sedangkan siklus yang dimulai dengan proses Transpirasi dan Evapotranspirasi dari air yang terdapat di permukaan bumi, lalu diikuti oleh Presipitasi atau turunnya air ke permukaan bumi disebut Siklus Pendek.

 e. Daur Sulfur (Belerang)

Sumber Belerang berasal dari gunung berapi. Selain berasal dari dalam tanah, gas ini bisa berasal pula dari sisa pembakaran minyak bumi dan batu bara dalam bentuk SO2. Bila gas tersebut ke udara dan terkena uap air hujan akan berubah menjadi sulfat yang akan jatuh di tanah, sungai, dan lautan. Sulfat dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan atau ganggang air sebagai penyusun protein.Sulfur terdapat dalam bentuk sulfat anorganik. Sulfur direduksi oleh bakteri menjadi sulfida dan kadang-kadang terdapat dalam bentuk sulfur dioksida atau hidrogen sulfida.

 Hidrogen sulfida ini seringkali mematikan mahluk hidup di perairan dan pada umumnya dihasilkan dari penguraian bahan organik yang mati,Tumbuhan menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (SO4).Perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan, lalu semua mahluk hidup mati dan akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri. Beberapa jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur, antara lain Desulfomaculum dan Desulfibrio yang akan mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida (H2S). Kemudian H2S digunakan bakteri fotoautotrof anaerob seperti Chromatium dan melepaskan sulfur dan oksigen. Sulfur di oksidasi menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrof seperti Thiobacillus.

 f. Daur Fosfor

Posfor merupakan elemen penting dalam kehidupan karena semua makhluk hidup membutuhkan posfor dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Fosfat), sebagai sumber energi untuk metabolisme sel.
Posfor terdapat di alam dalam bentuk ion fosfat (PO43-). Ion Fosfat terdapat dalam bebatuan. Adanya peristiwa erosi dan pelapukan menyebabkan fosfat terbawa menuju sungai hingga laut membentuk sedimen. Adanya pergerakan dasar bumi menyebabkan sedimen yang mengandung fosfat muncul ke permukaan. Di darat tumbuhan mengambil fosfat yang terlarut dalam air tanah

Herbivora mendapatkan fosfat dari tumbuhan yang dimakannya dan karnivora mendapatkan fosfat dari herbivora yang dimakannya. Seluruh hewan mengeluarkan fosfat melalui urin dan feses.

 

selamat belajar……. untuk siswa siswi kelas 10 ips 1 dan 10 ips 2 SMA NEGERI 1 RANDUDONGKAL.

Advertisements

Materi dunia Hewan

 

 

DUNIA HEWAN.DSC00567

Hewan termasuk organisma multiselluler, Eukoariotik , selnya tidak berdinding dan tidak berkloroplas,Heterotrop umumnya hewan menelan dan mencerna makananya di dalam alat pencernaan

Beberapa istilah yang sering digunakan perlu dipahami, misalnya : Bentuk simetri tubuh ( sama tangkup ), misalnya :  asimetri, simetri radial dan simetri bilateral , kerangka tubuhnya endoskeleton ( rangka dalam ) , eksoskeleton ( rangka luar ) ,

 image002image003image001

 

 Seperti yang diketahui bahwa hewan berkembangbiak dari zigot bersel satu kemudian membelah  ,sel bertambah banyak sehingga membentuk bola , kumpulan sel dalam bola itu kemudian melekuk kedalam, terbentuk dua lapisan yaitu ektoderm dan endoderm diantara dua lapisan ini kemudian berkembang mesoderm. Ada jenis hewan yang berhenti berkembang pada tingkat jaringan ektoderm dan endoderm yang disebut sebagai hewan diploblastika, misalnya Coelenterata. Golongan lain berkembang sehingga mempunyai jaringan ektoderm,endoderm dan mesoderm hewan yang demikian disebut Triploblastika. Pada Platyhelminthes termasuk triploblastik tetapi belum ada rongga tubuh maka disebut Triploblastia aselomata . pada Nemathelminthes telah terbentuk rongga tubuh semu artinya rongga tubuh itu hanya sebagian dibatasi dengan mesoderm dan rongga demikian disebut pseudoselom ( selom semu ) . Jadi Nemathelminthes termasuk hewan Triplobalstik pseudoselom , sedangkan mulai Annelida sampai Mamalia telah terbentuk rongga tubuh yang seluruhnya dibatasi dengan mesoderm rongga ini disebut selom. Jadi hewan-hewan tersebut tergolong Triploblastik selomata .

 image006image005

 Invertebrata

Invertebrata adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang . Invertebrata terbagi menjadi beberapa filum, yaitu hewan berpori (Porifera), hewan berongga (Coelenterata), hewan berkulit duri (Echinodermata), cacing pipih (Platyhelmintes), cacing gilig (Nemathelminthes), cacing gelang (Annelida), hewan lunak (Mollusca), hewan berbuku-buku (Arthropoda)

  1. Porifera ( Porus = pori; Ferre = mempunyai )

Sebagian besar hewan berpori hidup di laut, Ciri utamanya tubuh berpori-pori, berbentuk seperti vas bunga, pipih, atau bercabang, dan melekat di dasar air. Pori-pori ini berfungsi sebagai tempat untuk masuknya air yang mengandung bahan makanan ke dalam tubuh. Rangka luar  tersusun dari zat kapur dan zat kersik. Hewan ini merupakan salah satu hewan yang menyusun terumbu karang. Habitat di air laut , ada yang hidup sendiri (soliter) dan ada yang berkoloni.

a . Struktur Tubuh

Hewan berpori ini termasuk hewan multiseluler, tetapi belum mempunyai jaringan, organ, dan sistem organ. Porifera mempunyai ruang gastral sebagai kloaka. Ruangan ini dikelilingi oleh dinding yang ditembus oleh sejumlah saluran yang tersusun majemuk. Ruang gastral ujungnya terbuka yang disebut dengan oskulum. Air masuk ke dalam tubuhnya melalui lubang atau pori-pori di permukaan tubuhnya.

.Cara Berkembang Biak

Porifera dapat berkembang biak secara vegetatif dan generatif. Secara vegetatif, perkembangbiakan dilakukan dengan membentuk kuncup dalam koloni. Potongan tubuhnya yang terlepas akan mudah tumbuh menjadi porifera baru.Pembiakan secara generatif dilakukan dengan pembuahan antara ovum dan spermatozoid. Porifera termasuk hewan yang hermafrodit (berkelamin ganda). Hasil pembuahan berupa zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia. Karena bersilia, larva dapat bergerak bebas dan akhirnya akan menempel pada tempat tertentu dan kemudian tumbuh menjadi porifera baru.

Hewan ini digolongkan menjadi tiga kelas, yaitu sebagai berikut

  1. Kelas Calcarea
  2. Kelas Hexactinellida
  3. Kelas Demospongia

image007image009 image008

  2.Coelenterata ( Koilos = rongga ; anteron = usus )

Coelenterata berasal dari kata coelon yang artinya berongga dan enteron yang artinya perut. dapat diartikan sebagai hewan perut berongga. Makanan masuk melalui mulut kemudian masuk ke perut. Rongga tubuh digunakan sebagai tempat pencernaan makanan .

 Struktur Tubuh Coelenterata

Hewan ini digolongkan menjadi tiga  kelas, yaitu sebagai berikut.Coelenterata memiliki dua lapisan sel tunas ( Diploblastik ), mempunyai satu lubang yang berfungsi sebagai mulut dan juga sebagai anus serta sel penyengat pada epidermisnya. Mempunyai dua bentuk tubuh, yaitu bentuk polip ( melekat didasar ) dan medusa ( bergerak bebas ) di dalam siklus hidupnya seperti yang terjadi pada ubur-ubur, anemon, dan karang laut. Medusa berbentuk menyerupai payung atau lonceng dengan tentakel menggantung di permukaannya.

  1. Kelas Hydrozoa
  2. Kelas Scyphozoa
  3. Kelas Anthozoa

Dalam daur hidupnya  Scyphozoa : Aurelia , medusa muda akan berkembang menjadi dewasa dan menghasilkan spermatozoa dan ovum, hasil fertilisasi kedua gamet terbentuk larva yang akan menempel didasar laut dan tumbuh menjadi bentuk polip

  image011image012

Obelia merupakam contoh dari Hydrozoa yang hidup sebagai koloni, koloni terbentuk sebagai hasil reproduksi aseksual dengan pertunasan . polip hidrant mempunyai tentakel  berfungsi untuk makan dan polip gonangium sebagai alat reproduksi tanpa tentakel menghasilkan medusa kecil melalui pertunasan.

 

 

 

  1. Plathyhelminthes (Platy=pipih ; Helminthes = cacing ).

Plathyhelmintes (cacing pipih) ini berbentuk pipih, lunak, dan simetri bilateral. Dapat hidup bebas di air tawar atau air laut, dan sebagai parasit pada hewan atau manusia.

a . Struktur Tubuh Plathyhelminthes

 Plathyhelminthes termasuk Triploblastik aselomata, Cacing pipih hanya memiliki usus yang bercabang-cabang menuju seluruh tubuh sehingga peredaran makanan tidak melalui pembuluh darah, tetapi langsung diedarkan dan diserap tubuh dari cabang usus tersebut. Sistem ini disebut dengan sistem pencernaan gastrovaskuler.Pengeluaran dilakukan melalui mulut. Sisa makanan dalam bentuk cair dikeluarkan melalui permukaan tubuhnya.

b . Cara Berkembang Biak

Cacing pipih dapat berkembang biak secara aseksual dan  seksual. Secara aseksual dilakukan dengan pembelahan tubuh. Tiap tiap hasil pembelahan akan meregenerasi bagian yang hilang. Cara ini biasa dilakukan oleh Tubellaria sp. Secara seksual dilakukan dengan perkawinan silang meskipun cacing pipih bersifat hermafrodit.

Plathyhelminthes dibagi menjadi tiga kelas, yaitu sebagai berikut.

  1. Kelas Turbellaria  (  contoh :  Planaria )
  2. Kelas Trematoda  ( contoh : cacing Hati )
  3. Kelas Cestoda (contoh : Cacing Pita)
Kelas Turbellaria Kelas Trematoda Kelas Cestoda
 image014  image015  image016

Characteristic Turbellaria Trematoda Cestoda
Panjang 0,5 – 2,5 cm 2 -5 cm Untill  3 m
Segmentasi tubuh     bersegmen /proglotid
 Silia

Alat kait

Bersilia

  –

2

4

kehidupannya Non parasit Parasit Parasit
contoh Planaria Fasciola hepatica Proglotid berembrio

  image017

 image018

 Taenia solium dan Taenia saginata , tidak mempunyai saluran pencernaan mendapat makanan dengan menyerap zat makanan melalui dinding tubuhnya. Cacing dewasa ( 2 -3 m )terdiri dari kepala (skolek, dengan alat kait dan penghisap), leher dan ratusan ruas (proglotid) yang tumbuh dari leher yang ukurannya makin besar dan dewasa ke arah belakang.

Daur hidupnya dimulai dari terlepasnya proglotid dewasa bersama feses keluar tubuh manusia, dalam ruas ruas dewasa berisi ribuan telur yang telah dibuahi akan tersebar dan berkembang menjadi larva onkosfir di dalam kulit telur jika telur termakan ternak babi atau sapi dalam usus larva onkosfir menembus pembuluh darah atau pembuluh limfe dan akan menuju oto lurik (daging). Dalam otot larva onkosfir berubah menjadi kista yang terus membesar membentuk sisteserkus dalam sisteserkus ini cacing membentuk skolek. Jika daging ini termakan dan sistesirkus masih hidup di dalam usus skolek akan keluar dan menempel pada dinding usus dan dari bagian leher tumbuh proglotid-proglotid baru.

Fasciola hepatica ( c. hati ) hidup pada saluran empedu hati ternak kambing,kerbau, sapi jarang dijumpai pada manusia. Cacing dewasa berbentuk seperti daun ( panjang : 2,5 – 3 cm , lebar 1 – 1,5 cm ) dibagian depan tubuhnya terdapat mulut yang dikelilingi alat hisap dan sebuah alat hisap lagi terdapat dibagian ventral sedikit dibelakang mulut.

Cacing dewasa yang hermaprodit berbiak dengan pembuahan silang atau pembuahan sendiri,embrio berkembang dalam usus dan keluarkan dari tubuh ternak melalui saluran empedu dan usus. Embrio bersama kotoran hewan ditempat yang basah berkembang menjadi larva bersilia ( Mirasidium ). Mirasidium masuk ke tubuh siput  Lymnea  dan tumbuh menjadi sporokista. Sporokista secara partenogenesis menghasilkan redia. Redia secara partenogenesis membentuk serkaria, kemudian meninggalkan tubuh siput menempel pada rumput dan tumbuh menjadi metaserkaria. Metaserkaria dapat termakan ternak dan berkembang menjadi cacing muda selanjutnya bermigrasi ke saluran empedu tumbuh menjadi dewasa.

 

  1. Nemathelminthes (Nemathos = benang ; Helminthes = cacing ).)

Nemathelminthes adalah cacing yang berbentuk bulat panjang (gilig). Cacing ini dapat hidup di tanah lembap, air tawar, air asin, dan berparasit pada hewan atau manusia. Contoh cacing yang berparasit dalam tubuh manusia adalah sebagai berikut.

a.Enterobius vermicularis(Cacing Kremi)

Cacing ini berwarna putih, berukuran kecil, dan hidup di usus besar manusia, tepatnya dekat anus. Keberadaan cacing ini sangat mengganggu aktivitas manusia karena menyebabkan rasa gatal. Setelah tangan  digunakan untuk menggaruk, tangan segera dicuci. Jika tidak , telur cacing yang ikut terbawa di dalam kuku tangan akan ikut termakan . Telur tersebut akan masuk dan menetas di dalam perut. Keadaan ini disebut dengan autoinfeksi.

b.Ascaris lumbricoides(Cacing Askaris)

Cacing masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan . Telur cacing dapat keluar bersama tinja manusia. Telur cacing yang masuk ke dalam usus akan menetas menjadi larva, kemudian larva akan berkembang menjadi cacing baru. Cacing ini akan mengambil makanan dan mengisap darah penderita  sehingga keadaan orang yang menderita cacingan akan terlihat pucat dan perutnya buncit.

 c.Wuchereria brancrofti – Filaria (penyebab kaki gajah)cacing dewasa ( Makrofilaria ) bewarna putih kekuningan bentuknya benang , yang betina ukuran 65 – 100 mm  sedangkan jantan 40 mm dalam tahap larva ( Mikrofilaria ) berwarna putih seperti benang dengan ukuran 250 mikron. Tempat tinggal dalam kelenjar dan pembuluh limfe,  pada malam hari larva terdapat dalam pembuluh darah tepi. Penyebarannya memalui gigitan nyamuk yang mengandung larva filaria

 d.Ancylostoma duodenale(Cacing Tambang)

Telur cacing keluar melalui tinja manusia. Jika telur ini terdapat di tempat yang becek, telur akan menetas menjadi larva. Jika larva ini terinjak oleh orang yang tidak beralas kaki, cacing akan masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit kaki yang kemudian masuk ke dalam jantung, paru-paru, dan tenggorokan. Jika tertelan ke dalam perut, larva akan berkembang menjadi cacing di dalam perut. Cacing mengisap darah penderita sehingga penderita menjadi pucat karena kekurangan darah.

  1. Annelida ( Annelus = cincin kecil )

Lintah (Hirudo medicinalis), pacet (Haemadipsa sp.), dan cacing tanah (Lumbricus terestris) yang berbuku-buku atau beruas-ruas seperti gelang merupakan contoh Annelida. Cacing ini dapat hidup di dalam tanah, air tawar, dan di air laut. Hewan ini telah memiliki sistem digesti, saraf, ekskresi, dan reproduksi majemuk. Selain itu, hewan ini telah dilengkapi dengan pembuluh yang di dalamnya terdapat darah yang bersirkulasi.

Cacing tanah bersifat menguntungkan karena berperan dalam mempercepat pembusukan sampah dan pelapukan humus sehingga dapat membantu dalam menyuburkan tanah. Cacing tanah ini bersifat hermafrodit karena mempunyai dua alat kelamin dalam satu tubuh. Meskipun demikian, perkawinan tetap dilakukan secara silang karena pematangan sel telur dan sperma tidak terjadi secara bersamaan. Annelida dibagi menjadi 3 kelas, yaitu : Polychaeta,Oligochaeta, Hirudinea.

Indikator Polychaeta Oligochaeta Hirudinea.
Habitat Dlm pasir,batuan pasang surut Air tawar,darat Air tawar,laut,darat
Setae Tiap segmen  ada parapodia,tiap parapodia terdapat setae Tidak mempunyai parapodia ,bersetae sedikit Tidak bersetae,
Alat penghisap Mempunyai alat hisap
Contoh Eunice viridis /c.wawo

Lysidice / C.Palolo

Nireis virens /kelabang laut

cacing. tanah,

caxing hutan,

cacing.air.

Hirudo medicinalis /lintah

Hemadipsa javanica /pacet

  1. Mollusca (mollis = lunak )

Hewan ini  hidup di laut dan di darat. Tubuhnya lunak, berlendir, dan bermantel, biasanya dilindungi oleh cangkang zat kapur. Selain melindungi tubuh, cangkang ini juga berfungsi untuk melindungi organ yang ada di dalam isi perut.

Berdasarkan alat geraknya, Mollusca dibagi menjadi  lima  kelas, yaitu sebagai berikut.

  1. KelasAmphineura(Kiton)

Kiton merupakan hewan yang simetris bilateral, kaki ventral memanjang, mempunyai ruang mantel yang mengandung insang, permukaan dorsal tertutup oleh spikula berlendir, bersifat hermafrodit, hidup di laut, dan larva trokofor. Contohnya adalah Cryptochiton sp.

Hewan ini banyak ditemukan menempel pada batuan dengan melingkarkan tubuhnya. Ada beberapa daerah yang menjadikan kiton sebagai makanan.

  1. KelasGastropoda(Hewan Berkaki Perut)

Bekicot (Helix aspersa), siput laut (Fissurella sp.), dan siput air tawar (Lymnaea javanica) termasuk dalam kelas Gastropoda mempunyai rumah berbentuk spesial dan kaki untuk merayap, bentuk kepala jelas, serta memiliki tentakel dan mata. Dalam ruang bukal (pipi) terdapat redula (pita bergigi). Hewan ini menggunakan insang, paruparu, atau keduanya sebagai alat pernapasan.

Sistem perkembangbiakan dilakukan dengan perkawinan. Meskipun bekicot bersifat hermafrodit, bekicot tidak dapat melakukan perkawinan sendiri karena masaknya sperma dan ovum tidak bersamaan. Sperma dan ovum dihasilkan oleh satu organ yang disebut ovotestis. Fertilisasi dilakukan di dalam tubuh betina. Meskipun hermafrodit, ada yang disebut bekicot betina karena menghasilkan ovum dan ada yang disebut bekicot jantan karena menghasilkan sperma. Dari pembuahan kedua bekicot tersebut, terjadilah telur. Bekicot adalah hewan yang berkembang biak dengan bertelur (ovipar). Telur-telur ini biasanya mengumpul dan terletak di bawah dedaunan. Telur menetas dan terjadilah bekicot muda yang merupakan miniatur bekicot dewasa. Bekicot aktif di malam hari. Dengan radulanya, bekicot dapat melahap tanaman hijau yang lunak dan tidak berbulu. Pada musim kering, bekicot akan menarik kaki dan kepala ke dalam rumahnya, kemudian mengeluarkan lendir yang banyak sebagai perekat untuk membungkus . Selain sebagai hama pertanian, bekicot juga dapat diolah sebagai makanan yang mahal dan bergizi.

 2.KelasCephalopoda(Hewan Berkaki Kepala)

Cumi-cumi (Argonauta sp. dan Loligo sp.) serta gurita (Nautilus pompilium dan Octopus sp.) merupakan hewan kelas ini. Hewan ini memiliki mempunyai kepala yang tampak jelas, tentakel-tentakel mengelilingi mata yang besar, tentakel-tentakel merupakan kaki yang bermodifikasi. Hewan ini biasanya mempunyai kelenjar tinta, kelamin terpisah, dan tidak ada stadium larva dalam hidupnya. Ketika hewan-hewan muda menetas langsung berenang dan terlihat seperti miniatur hewan dewasa.

3.Kelas Scaphopoda(Siput Gading Gajah)

Contoh kelas ini adalah Dentalium sp. Rumahnya berbentuk seperti gading gajah dan kedua ujungnya berlubang. Tubuhnya memanjang, kepala rudimeter, kaki lancip, berlobus yang berguna untuk menggali lumpur, hidup di laut sampai kedalaman 5.000 m, alat kelamin terpisah,

4.KelasPelecypoda(Hewan Berkaki Pipih)

Contoh hewan kelas ini adalah tiram (Ostrea sp.), ketam (Anodonta sp.), dan remis (Buccinus sp.). Pelecypoda merupakan Mollusca berkatup dua ( sehingga disebut juga sebagai : Bivalvia ) sehingga tubuhnya tertutup antara katup kanan dan katup kiri yang terpaut di bagian dorsal. Hewan ini bernapas dengan lembaran-lembaran insang. ( sehingga disebut juga sebagai : Lamellybranchiata ) Kepalanya tidak tampak, tubuh pipih lateral, serta kaki berotot dan pipih ventrolateral yang berfungsi menggali pasir atau lumpur.

Garis pertumbuhan konsentris terdapat pada rumah tiram dan berpusat pada umbo atau bagian tertua dari rumah tiram. Pertumbuhan konsentris pada kulit kerang ini dapat dijadikan alat untuk menentukan umur kerang. Rumah kerang tersusun atas tiga lapisan, yaitu periostrakum (lapisan terluar) yang tipis, mengandung zat tanduk / kitin, pemberi warna, prismatik (lapisan tengah) yang tersusun dari kalsium karbonat serta nakreas (lapisan terdalam) yang mengkilat  Bila ada benda asing ( misalnya pasir) masuk di antara ruang cangkok dengan mantel maka butir pasir akan menjadi inti dalam pembentukan mutiara ).  Jenis tiram penghasil mutiara adalah Margaritifera sp. (Asia) dan Meleagrina sp. (Jepang dan Indonesia).

Sistem reproduksi ada yang hermafrodit, tetapi ada juga yang berkelamin jantan dan betina saja. Pembuahan terjadi di dalam tubuh betina. Hasil pembuahan berupa zigot. Zigot menetas menjadi larva bersilia sehingga dapat keluar dari induknya, lalu berenang dan menempel pada insang ikan sebagai parasit. Seletah 12 minggu, tiram muda akan melepaskan diri dari inangnya dan tumbuh menjadi tiram dewasa. Tiram dapat dimakan. Jenis yang dapat dimakan adalah Crassostrea virginica (Amerika), Ostrea eduli (Eropa), Ostrea lurida (Pasifik), dan Crassostrea gigas (Jepang dan Asia Tenggara)

  1. Arthropoda (Arthros = sendi ; podos = kaki )

Anthropoda merupakan filum yang mempunyai anggota paling banyak, baik jenis maupun individunya. Hewan ini memiliki ciri dengan kakinya yang beruas-ruas atau bersegmen dengan bentuk tubuh simetris bilateral dan terlindungi oleh rangka luar yang kaku berupa kutikula yang mengandung zat kitin (eksoskelleton) Pada hewan ini  perbedaan antara kepala dan perut sudah terlihat jelas. Matanya majemuk dan antenanya peka terhadap rangsangan.

Anthropoda dapat hidup di sebagian besar tempat, dapat di darat, air tawar, air laut, di udara, menempel di pohon, bahkan dapat hidup di atas kepala manusia. Ada yang hidup bebas dan ada yang parasit. Anthropoda dapat bernapas dengan menggunakan trakea dan oksigen langsung ditransfer ke dalam sel dan jaringan. Berdasarkan perbedaan bagian tubuh, dapat dibedakan menjadi (A)Crustacea, (B)Arachnoidea, (C)Miyriapoda, dan (D)Insecta.

 image029

  1. Crustacea(Udang-udangan)

Ciri-ciri Crustacea adalah hidup di air, bernapas dengan insang,eksoskeleton keras terdiri atas zat kitin yang berlendir, mempunyai sepasang antena dan alat tambahan bercabang dua (tipikal biramus),serta kepala bersegmen yang bersatu dengan dada membentuk sefalotoraks (kepala dada). Hewan yang masuk dalam kelas ini adalah udang air tawar atau shrimp (Cambarus sp.), udang laut atau lobster(Panulirus sp.), kepiting (Pagurus sp.), rajungan (Cancer sp.), ketam (Uca sp.), barnakel (Mitela sp. dan Balanus sp.), Sow-bug, dan pinjal air (Cyclops sp. dan Daphania sp.).

Peranan Crustacea bagi kehidupan manusia antara lain dalam pemanfaatan ikan, udang, kepiting, dan rajungan sebagai sumber protein bagi manusia. Hanya sedikit dari kelas ini yang menjadi musuh bagi manusia, misalnya, ketam kenari yang merusak tanaman kelapa.

  1. Insecta(Serangga)

Serangga merupakan hewan darat, ada juga yang hidup di air tawar / laut, mereka mempunyai ukuran tubuh yang sangat bervariasi, mulai dari yang berukuran mikroskopis sampai dengan berukuran panjang belasan cm, serta telah memiliki bagian yang jelas antara kepala, dada (thorax), dan perut (abdomen). Dadanya terdiri atas tiga segmen, perut terdiri dari 6 – 11 segmen, memiliki 3 pasang kaki, 2 – 3 pasang sayap, 1 pasang antena,dua mata majemuk, dan 3 oselli, serta bernapas dengan trakea.

contoh : Insecta adalah capung (Aeshna sp.), kecoa (Periplaneta sp), rayap (Nasutitermis sp), belalang (Brachystola sp), semut (Monomorium sp), kepik (Phytomonus sp), nyamuk (Culex sp., Aedes sp., dan Anopeles sp.), pinjal (Ctenocephalus sp), lalat ( Musca sp., Stomoxys sp, dan Tabanus sp.), kupu-kupu (Papilo sp.), kaper (Malacosoma sp.), kepik kubis (Murgantia sp.), kutu buku (Troces sp.), kutu rambut (Pediculus sp.), walang kadung (Paratenodera sp.), dan lebah madu (Apis sp.).

Metamorfosis serangga ada yang sempurna yaitu dengan tahapan telur- Larva – pupa/kepompong –  dewasa /adult. adapula yang tidak sempurna dengan tahapan telur  –  nympha –  adult/dewasa.

image032

Insecta terbagi menjadi beberapa ordo, antara lain, sebagai berikut.

1) Ordo Thysanura, contohnya,

kutu buku (Troces sp.)

2) Ord

image031

o Orthoptera, contohnya, walang nona (Stagmomantis sp.),tempiris dan tongkat berjalan (Anisomorpha sp.), belalang (Disostura sp.), jangkrik (Gryllus sp.), dan katidid (Microcentrum sp.).

3) Ordo Isoptera, contohnya, Reticuli termes sp. yang hidup di dalam tanah dan kayu, Kalotermes di kayu kering, Zootermes di kayu basah yang dapat mematikan pohon, Amitermes di tanah kering,Macrotermes membentuk rumah tanah, dan Nasutitermes yang membentuk rumah seperti karton di daerah tropis.

4) Ordo Homoptera, contohnya, cikada (Magicicada septemdecem).

5) Ordo Hemiptera, contohnya, kalajengking air (Ranatra sp.), kutu busuk (Cimexlecturalius), dan kepinding air (Lethocerus).

6) Ordo Odonata, contohnya, capung (Aeshna sp. dan Libellula sp.).

7) Ordo Lepidoptera, contohnya, kupu tomat (Protoparce sexta, Aegeria sp , dan Papilia polyxetes), serta kupu ulat sutra (Attacus sp. dan Bombyx mori) yang dipelihara di Indonesia.

8) Ordo Diptera, contohnya, nyamuk (Culex sp., Aedes sp. Dan Anopeles sp.), lalat rumah (Musca sp.), lalat buah (Dropophila melanogasterCeratitis capitata, dan Dacus dorcalis), lalat kandang (Stomoxys sp.), lalat kuda (Tabanus sp.), lalat pasir (Phlebotomus sp.), serta merutu (Chironomus).

9) Ordo Siphonoptera, contohnya, pinjal anjing (Ctenocephalus canis), pinjal kucing (Ctenocephalus felis), pinjal manusia (Pulex irritans), dan pinjal tikus (Xenopsylla cheopis).

10) Ordo Hymenoptera, contohnya, lebah madu (Apis mellifera), semut hitam (Monomorium sp.), lebah dengung (Bombus sp.), dan lalat gergaji (Endelomya).

Serangga sangat berperan bagi kehidupan manusia, terutama serangga yang memberi keuntungan, contoh:

1) lebah madu menghasilkan madu,

2) ulat sutra menghasilkan sutra,

3) serangga yang membantu penyerbukan bunga,

4) serangga predator yang dapat memakan hama secara biologi,

5) serangga yang membantu menguraikan sampah.

  1. Myriapoda . Chilopoda (Lipan) dan Diplopoda ( kaki seribu )

Chilopoda merupakan hewan karnivora yang memakan hewan lain. Bentuk tubuh pipih dengan segmen yang jelas. Di setiap segmen tubuhnya terdapat sepasang kaki, juga mempunyai sepasang antena panjang dan sepasang mata . Pada segmentasi pertama, terdapat gigi-gigi beracun yang berbahaya, serta bernapas dengan menggunakan trakea, contohnya kelabang (Centipedes).

Tubuh dengan kepala yang jelas, berantena, tipe mulut pengunyah, tubuh bersegmen dengan dua pasang kaki pada setiap segmen,terrestrial,herbivora.

 image033

  1. Arachnoidea (Laba-laba)

Habitat  di darat dan sebagian kecil hidup di air. Ukuran tubuhnya bervariasi, mulai dari yang mikroskopis sampai yang panjangnya beberapa cm. Tubuhnya terbagi menjadi selafothorax

dan abdomen. Pada selafothorax, terdapat 6 pasang alat tambahan yang terdiri atas sepasang rahang, sepasang alat pemangsa untuk menangkap mangsa, dan 4 pasang alat berjalan. Arachnoidea tidak mempunyai antena, tetapi memiliki 8 mata sederhana. Hewan ini menggunakan paruparu, trakea, atau keduanya sebagai alat respirasi, tetapi ada juga yang tidak memiliki alat pernapasan. Contohnya, laba-laba (Latrodectes sp. dan Eurypelma sp.), caplak (Boophilus sp.), si panjang kaki (Phalangeum sp.), serta kalajengking (Vejovis sp., Hadrudus sp., dan Centrurus sp.).

 

  1. Echinodermata ( echinos = landak; derma = kulit )

Berasal dari kata echinos yang artinya ’duri’ dan derma yang berarti ’kulit’. Echinodermata dapat diartikan sebagai hewan berkulit duri. Hewan ini hidup di laut dan tidak ada yang hidup di air

tawar. Selain kulitnya yang berduri, hewan ini juga mempunyai ciri dengan jumlah organ tubuh kelipatan lima. Rangka tubuhnya merupakan lempeng zat kapur. Sistem saluran air yang dimiliki oleh hewan berkulit duri ini adalah sistem amburakral. Sistem ini berfungsi untuk bergerak, menangkap mangsa, dan melakukan pernapasan.

Echinodermata diklasifikasikan menjadi beberapa kelas, yaitu sebagai berikut.

1) Kelas Asteroidea disebut juga dengan bintang laut,

2) Kelas Ophiuroidea. contohnya, Ophiothix fragillis (bintang ular laut).

3) Kelas Echinoidea disebut juga dengan kelas landak laut ( Echinocardium cordatum  ).

4) Kelas Holothuroidea. contohnya, Cucumari planci (teripang).

5) Kelas Crinodea, tubuh berbentuk seperti bunga bakung, melekat di dasar laut dalam , dan memiliki daya regenerasi yang tinggi, contohnya, Antodon tanella.

Echinodermata dalam ekosistem laut berperan sebagai pemakan sampah di laut. Dalam kehidupan manusia, sebagian Echinodermata merupakan sumber bahan makanan.

 image035

  1. HewanVertebrata

Ber- ruas tulang belakang. Ber- cranium. Simetris bilateral,Kulit terdiri dua lapis(epidermis dan endodermis), dilapisi lendir,kering ditumbuhi bulu,rambut atau sisik ,Endoskeleton, otot melekat dirangka ,Mempunyai rongga badan ( coelum),Saluran degesti sempurna ,Pernafasan dengan insang ,paru-paru ,Peredaran darah tertutup, terdiri jantung( serambi; bilik ) dan pembuluh darah ( arteri;vena) Sedangkan Peredaran getah bening terbuka. Alat ekskresi dengan ginjal sepasang .Susunan saraf : saraf pusat dan saraf tepi .Reproduksi, jantan betina terpisah..Suhu tubuh Poikiloterm / homoioterm.

Berdasarkan penutup tubuh, alat gerak dan cara berkembang biak Vertebrata dibedakan menjadi lima kelompok, yaitu ikan (Pisces), katak (Amphibia), hewan melata (reptilia), burung (Aves), dan hewan

menyusui (mamalia).

  Pisces Amphibia Reptilia Aves Mamalia
Kulit Licin bersisik Licin, ada cairan limfe dibawah kulit Bersisik dari     zat tanduk,tidak berlendir Berbulu Berambut
Respirasi Insang Insang, paru-paru Paru-paru Paru-paru,gelembung udara Paru-paru
Sirkulasi Jantung 1serambi, 1 bilik Jantung =    2 serambi . 1 bilik Jantung = 2 serambi, 2 bilik. Sekat bilik kanan kiri belum sempurna Jantung= 2 serambi, 2 bilik.bagian kanan kiri sersekat sempurna Jantung= 2 serambi, 2 bilik
Suhu tubuh Poikiloterm yang endoderm Poikiloterm yang eksoterm Poikiloterm yang eksoterm Homoioterm Homoioterm yang endoderm
Reproduksi Fertilisasi eksternal,ovipar Fertilisasi eksternal,ovipar Fertilisasi internal,ovipar/ovovivipar Fertilisasi internal,ovipar,telur bercangkang,mengerami Fertilisasi internal,vivipar, mengasuh
  1. Ikan (Pisces)

Habitat di dalam air tawar, air payau, dan  air laut, tubuh  diselimuti oleh sisik yang berlendir.

Ikan bergerak dengan menggunakan sirip. Sirip terdiri atas sirip punggung,sirip dada, sirip perut, sirip belakang, dan sirip ekor. juga mempunyai gurat sisi yang berfungsi untuk mengetahui tekanan

air. Ikan bernapas dengan insang yang dilindungi oleh tutup insan. Ikan bersifat poikiloterm atau berdarah dingin ( Suhu tubuhnya dapat berubah sesuai dengan suhu lingkungannya) Ikan berkembang biak dengan bertelur dan pembuahannya terjadi di luar tubuh induknya (pembuahan eksternal).

 

  1. Katak (Amphibia)

Habitat  di darat dan di air,Katak muda hidup di air dan bernapas dengan insang. Katak dewasa hidup di darat dan bernapas menggunakan paru-paru. Ketika dewasa akan bertelur. Katak mempunyai kulit yang selalu basah untuk membantu pernapasannya karena kulit yang selalu basah ini banyak mengandung pembuluh darah sehingga dapat membantu oksigen berdifusi melalui kulitnya. Katak bergerak dengan keempat kakinya, mempunyai selaput pada jari-jari kakinya yang digunakan untuk berenang. Katak berkembang biak dengan bertelur. Pembuahannya terjadi secara eksternal. Pertemuan antara sel telur dan sperma terjadi di dalam air. Katak mengalami metamorfosis dari zigot-embrio-kecebong-katak kecil-katak dewasa.

 Amphibi terbagi menjadi tiga ordo, yaitu:

  1. ordo Urodela, contohnya,Salamander(katak berekor),
  2. ordo Anura, contohnya, katak hijau (Rana pipiens) dan katak darat (Bufo terrestris), dan
  3. ordo Apoda (Salamander tidak berkaki), contohnya, Ichthyosis glutinous.

  1. Hewan Melata (Reptilia)

Merupakan  hewan darat yang dapat hidup di air. bernapas dengan paru-paru. Kulit reptilia sangat keras, kering, dan bersisik. Kulit reptil yang keras disebabkan adanya zat kapur (zat kitin) seperti pada kura-kura. Hewan ini berdarah dingin, bergerak dengan menggunakan perut (melata), seperti ular dan ada juga yang menggunakan keempat kakinya, seperti buaya, komodo, biawak, kadal,  dan penyu.

Reptilia berkembang biak dengan bertelur dan ada juga yang bertelur dan beranak. Pembuahan terjadi dalam tubuh induk betina (fertilisasi internal).

Reptilia dibagi menjadi empat ordo, yaitu:

  1. Ordo Ophidia (bangsa ular), contohnya ular pohon, ular piton, dan ular sawah.
  2. Ordo Crocodilia (bangsa buaya), contohnya buaya dan aligator.
  3. Ordo Lacertilia (bangsa kadal), contohnya kadal, komodo, bunglon, biawak, dan tokek.
  4. Ordo Chelonia ( bangsa kura-kura), contohnya kura-kura dan penyu.
  5. Burung (Aves)

Aves mempunyai bagian tubuh berupa ekor, badan, leher, dan kepala. Ciri yang paling terlihat adalah adanya bulu yang menutupi seluruh tubuhnya. Bulu-bulu tersebut, selain untuk terbang, juga berfungsi untuk menghangatkan tubuhnya . Burung mempunyai sayap untuk terbang, bernapas dengan paru-paru, mempunyai pundi-pundi udara yang berfungsi untuk menyimpan udara pada waktu terbang, berdarah panas, dan mempunyai suhu yang tetap. Burung berkembang biak dengan bertelur. Pembuahan terjadi di dalam induk betinanya (internal).

1.Columbiformis,burung Merpati

  • Columba livia, merpati
  • Turtur triginus, tekukur
  • Geopelia striata, perkutut.

2.Rosares, kelompok Ayam

  • Gallus bankiva, ayam kampung
  • Turnix suscicatorpuyuh
  • Povo muticusmerak
  • Meleagris gallopavokalkun.

3.Rapares, burung buas/pemangsa

  • Falco papuanusalap-alap
  • Elanus caeruleus, alap-alap putih.
  • Spilornis cheela, elang
  • Sterna sumatrana, camar
  • Tyto alba, burung hantu malam.
  • Otus bakkamena lempiji, burung hantu kecil.
  1. Grallatorus, burung mengarung.
  • Phoenicopterus ruber, Flamingo
  • Amaurornis phonicurus, ayam air
  • Bubulcus ibis, bangau
  • Ardeola ibis coromanda, kuntul
  1. Notatorus, burung berenang.
  • Anas boscha, itik
  • Anser albifrons, angsa
  • Pelecanus javanicus, pelikan
  • Aptenodytes forsteri, penguin.
  1. Scansorus, burung pemanjat
  • Psittacula alexandri. Betet
  • Dryobates analis, pelatuk terasi
  • Cacatua triton, kakak tua paruh besar bengkok.
  1. Coracliformes, burung pelancong.
  • Buceros rhinoceros, rangkong
  • Archilochus colubris, kolibri.

8.Oscines, burung suara merdu

  • Passer montanus, burung gereja
  • Munia punctulata, peking
  • Oriolus chinensis, kepodang
  • Hirundo rustica, Hirundo javanica ,walet
  • Ploceus manyar, manyar.
  • Paradisea apoda, cendrawasih
  • Lanius bentet, bentet.
  1. Ratites, burung berjalan
  • Casuarius galeatus, kasuari
  • Struthio camelus, burung unta
  • Apteryx australis, kiwi.
  1. Hewan Menyusui (Mamalia)

Ciri hewan ini adalah tubuhnya  ditumbuhi rambut , mempunyai kelenjar keringat,memiliki kelenjar susu untuk menyusui anaknya. bernapas dengan paru-paru. Ada yang bergerak dengan sepasang tungkai depan dan sepasang tungkai belakang. Ada yang bergerak dengan sepasang tungkai depan dan sepasang tangan serta ada juga yang bergerak dengan sepasang tungkai depan yang menyerupai sirip. Suhu tubuhnya tetap, tidak terpengaruh oleh perubahan suhu di lingkungannya, disebut berdarah panas ( Homoioterm ), dan ujung jari berbuku. Sebagian besar hidup di darat meskipun ada juga yang hidup di laut, seperti ikan paus dan lumba-lumba. Mamalia berkembang biak dengan melahirkan anaknya. Pembuahan terjadi di dalam tubuh mamalia betina, tepatnya di dalam saluran telur (oviduct). Hasil pembuahannya berupa zigot. Zigot akan berkembang menjadi embrio di dalam rahim betina dan mengalami perkembangan dari embrio menjadi bayi yang siap dilahirkan.

Beberapa ordo anggota kelas mamalia, antara lain, sebagai berikut.

  1. Monotremata: mamalia berparuh , bertelur dan kelenjar susunya tidak dilengkapi dengan puting susu.
  2. Marsupilia : Mamalia berkantung;  bersifat vivipar (melahirkan anak), dan tidak mempunyai plasenta.Kanguru.
  3. Pholidota : Mamalia bergigi sedikit, Trenggiling.
  4. Insektifora : Mamalia pemakan serangga, mempunyai banyak gigi serta memiliki mulut yang panjang dan mudah digerakkan. Tubuhnya mempunyai kelenjar yang menghasilkan bau tidak sedap. Contohnya, Suncus marinus (tikus celurut).
  5. Chiroptera : merupakan mamalia bersayap. Sayap berasal dari selaput yang menghubungkan jari kaki depan dan belakang. Aktif pada malam hari. MyotisKelelawar, Pteropus edulis / Kalong
  6. Carnivora : Mamalia pemakan daging,
  • Canis familiaris / Anjing Piara
  • Cuon javanicus / ajag/anjing hutan
  • Felis catus / Kucing
  • Felis leo / singa
  • Felis tigris, Panthera tigris / Harimau.
  • Paradoxurus hermaproditus / Musang

  1. Cetacea : Ikan Paus

  1. Artiodactyla : kaki belah

                a, Tidak memamah biak,

  • Sus vittatus / celeng

                b, Memamahbiak,

  • Camelius dromedarius / Unta punuk
  • Tragulus kancil / kancil
  • Cervulus equinus / rusa
  • Cervulus muncak / Kijang
  • Giraffa camelopardalis / Jerapah
  • Bos sondaicus / Banteng
  • Bos taurus / Sapi eropa
  • Bos indicus / Sapi benggala
  • Bubalus bubalus / kerbau
  • Capra ibex / kambing
  • Ovis musimon / domba

  1. Perisodactyla : tracak tunggal atau tiga
  • Equs caballus / kuda
  • Equs asinus / keledai
  • Equs zebra / Zebra
  • Tapirus indicus / Tapir
  • Rhinoceros sondaicus / Badak bercula satu
  • Rhinoceros sumatrensis / badak sumatra

  1. Rodentia : binatang mengerat Gigi seri tumbuh pada rahang bawah dan berbentuk seperti pahat. Taring dan beberapa geraham depan tidak tumbuh..
  • Sciurus notatus / tupai
  • Hystrix brachyura / Landak
  • Cavia porcellus / marmot
  • Lepus cuniculus / kelinci
  • Rattus rattus diardi / tikus rumah
  • Rattus brevicaudatud / tikus sawah
  • Rattus norvegicus / tikus got

  1. Proboscideo: Gigi serinya termodifikasi menjadi gading. Bibir atas dan hidungnya menjadi belalai
  • Elephas indicus / gajah india
  • Elephas sumatranus / gajah sumatra

  1. Serenia; Ikan duyung,
  • Halicore dugong / ikan duyung samudra Hindia
  1. Primata, Mamalia berderajat paling tinggi. Mata menghadap ke depan, ibu jari dan kaki berkembang baik. dibagi menjadi 2 kelompok :
  2. Prosimia: setengah kera, Nokturnal, ekor panjang tidak dapat melilit, contoh : Nyticebus coucang / Kukang bulu halus.
  3. Simia, Jari berkuku datar dan tipis, hidup diurnal contoh :

(1)    Platyrrhina, kera laba-laba

(2)    Catarrhina , Nasalis larvatus / bekantan, Pithecus pyrrhus /       Lutung, Maccacus irus / Monyet, Maccacus nemertrinus / beruk

(3)    Homonidae, kera tidak berekor:

  1.      Pongidae:  Hylobates leucisens / wau-wau, Hylobates syndactylus / Siamang, Pan satyrus / Simpase afrika, Pongo pygmaeus / Orang utan, Gorillia gorilla / Gorila afrika.
  2.      Homonidae : Homo sapiens/ Orang

Ciri utama susunan tubuh Filum
Multiseluler tanpa jaringan sejati Porifera
Multiseluler dengan jaringan sejati, simetri radial, diploblastik (dua lapisan embrional, yaitu ektoderm dan endoderm) Coelenterata

 

Multiseluler dengan jaringan sejati, simetri bilateral, triploblastik (tiga lapisan nutfah, yaitu ektoderm, mesoderm, endoderm), aselomata (tubuh padat tanpa rongga tubuh) Platyhelminthes

 

Multiseluler dengan jaringan sejati, simetri bilateral, triploblastik, pseudoselom (rongga tubuh antara saluran pencernaan dan dinding tubuh tidak sepenuhnya dilapisi mesoderm) Nemathelminthes

 

Multiseluler dengan jaringan sejati, simetri bilateral, triploblastik, pseudoselom (rongga tubuh antara saluran pencernaan dan dinding tubuh tidak sepenuhnya dilapisi mesoderm) Mollusca

Annelida

Arthropoda

Multiseluler dengan jaringan sejati, simetri bilateral, triploblastik, selomata (rongga tubuh sepenuhnya dilapisi mesoderm). Pembelahan spiral dan determinan, mulut berkembang dari blastopori, rongga tubuh skizoselus (terbentuk dengan cara pembagian massa jaringan mesoderm)

 

Echinodermata

 

 

 

 

Multiseluler dengan jaringan sejati, simetri bilateral, triploblastik, selomata. Pembelahan radial dan indeterminant, anus berkembang dari blastopori, rongga tubuh enteroselus (terbentuk melalui pelipatan dinding arkenteron mesoderm )  

Chordata

 

 

Penilaian Sikap

Lembar Observasi Penilaian Sikap

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual dan sikap sosial peserta didik . Berilah tanda ceklist (√) pada kolom skor sesuai sikap yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan

3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan

kadang-kadang tidak melakukan

2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan

sering tidak melakukan

1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

 

Nama peserta didik yang dinilai         : ……………

Kelas                                                   : ……………

Mata pelajaran                                     : ……………

Materi Pokok                                      :…………..

Tanggal Pengamatan                           :…………..

 

SIKAP Aspek yang diamati Skor
1 2 3 4
SPIRITUAL Menjalankan ibadah sesuai dengan agama/keyakinan yang dianut.        
Bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa        
Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu kegiatan        
Memberi salam sebelum dan sesudah mengungkapkan pendapat di depan umum        
Mengungkapkan keagungan Tuhan apabila melihat kebesaranNya        
Menjaga lingkungan hidup di sekitar rumah tempat tinggal, sekolah dan masyarakat        
Memelihara hubungan baik dengan sesama umat ciptaan Tuhan Yang Maha Esa        
Menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya        
Jumlah Skor        
Jujur Tidak menyontek pada saat mengerjakan Ulangan        
Tidak menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya pada saat mengerjakan tugas        
Melaporkan kepada yang berwenang jika menemukan barang        
Berani mengakui kesalahan yang dilakukan        
Mengerjakan soal ujian tanpa melihat jawaban teman yang lain        
Mengungkapkan perasaan apa adanya        
Jumlah Skor        
Tanggung Jawab Melakukan tugas-tugas dengan baik        
Berani menerima resiko atas tindakan yang dilakukan        
Tidak menuduh orang lain tanpa bukti        
Mau mengembalikan barang yang dipinjam dari orang lain        
Mau meminta maaf, jika melakukan kesalahan yang merugikan orang lain        
Menepati janji        
Tidak menyalahkan orang lain utk  kesalahan tindakan yang dilakukan        
Melakukan yang harus dilakukan tanpa disuruh        
Jumlah Skor        
Disiplin Masuk kelas tepat waktu        
Mengumpulkan tugas tepat waktu        
Memakai seragam sesuai tata tertib        
Mengerjakan tugas yang diberikan        
Tertib dalam mengikuti pembelajaran        
Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran        
Membawa buku teks mata pelajaran        
Patuh pada tata tertib atau aturan bersama/ sekolah        
Membuang sampah pada tempatnya        
Jumlah Skor        
Gotong Royong Melakukan tugas sesuai kesepakatan        
Aktif dalam kerja kelompok        
Bekerja sama dalam membersihkan kelas atau lingkungan sekolah        
Bekarja dengan iklas dalam membantu teman tanpa mengharap imbalan        
  Memusatkan perhatian pada tujuan kelompok        
  Tidak mendahulukan kepentingan pribadi        
  Jumlah Skor        
 

Toleransi

Menghormati  teman yang  berbeda pendapat        
Menghormati teman yang berbeda suku, agama, ras, budaya, dan gender        
Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapat orang lain        
Menerima kekurangan orang lain        
Mau memaafkan kesalahan orang lain        
Tidak memaksakan pendapat atau keyakinan diri kepada orang lain        
Jumlah Skor        
Percaya Diri Melakukan segala sesuatu tanpa ragu-ragu        
Berani mengambil keputusan secara cepat dan bisa dipertanggungjawabkan        
Ttidak mudah putus asa        
Berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki di depan orang banyak        
Berani mencoba hal-hal yang baru        
Berani berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan        
Jumlah Skor        
Santun Menghormati orang yang lebih tua        
Tidak berkata kata kotor, kasar dan takabur        
Tidak meludah di tempat sembarangan        
Tidak menyela pembicaraan        
Mengucapkan terima kasih saat menerima bantuan dari orang lain        
Tersenyum, menyapa, memberi salam kepada orang yang ada di sekitar kita        
Meminta ijin ketika akan memasuki ruangan orang lain atau menggunakan barang milik orang lain        
Memperlakukan orang lain sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan        
Jumlah Skor        

 

Petunjuk Penyekoran:

Sesuai Permendikbud No 104 Tahun 2014, peserta didik memperoleh nilai:

Sangat Baik         : apabila memperoleh skor 3,33 < skor 4,00

Baik                        : apabila memperoleh skor 2,33 < skor 3,33

Cukup                   : apabila memperoleh skor 1,33 < skor 2,33

Kurang                  : apabila memperoleh skor skor 1,33

 

 

 

Tugas ke 3 Materi dan Pembelajarn IPA SD

I.      Bagaimanakah  prinsip kerja produksi sel gamet pada  testes dan pada ovarium ? Bagaimanakah proses ini dipengaruhi oleh  kelenjar Hipotalamus , kelenjar gonad ?

II.      Bagaimanakah  anda  mengaitkan antara  konsep Kromosom, kromonema, ADN dan gen, buatlah skema yang  dapat memperjelas penertian anda !

III.      Sebutkan kelainan/penyakit  pada manusia yang diwariskan secara autosomal dan diwariskan secara terpaut seks ( sex linkage ) baik pada kromosom X dan kromosom Y.  Mengapa sifat yang terpaut dalam  kromosom X seorang pria akan diwariskan kepada seluruh anak perempuannya tetapi tidak pada anak laki-lakinya ?

IV.      Peristiwa Alel ganda ( Multiple Alelomorfi ) ditemukan pada pewarisan golongan darah pada manusia dan pewarisan warna bulu kelinci,  buatlah diagram persilangan dibawah ini :

  1. Seorang Istri  bergolongan AB , suaminya  bergolongan darah O, tentukan ratio fenotif keturunannya.
  2. Seorang Istri  bergolongan darah Rh – dan  suaminya bergolongan darah Rh +, tentukan ratio fenotip keturunan yang mungkin dilahirkan dari pasangan tersebut ? Dari pasangan tersebut apakah ada kemungkinan muncul kasus Erytroblastosis faetalis/bayi  kuning suatu kondisi tubuh yang mengalami kerusakan sel darahnya,jika dimungkinkan berapa persen kemungkinannya.

V.      Gen letal menyebabkan kematian pada individu jika dalam keadaan homosigot. Peristiwa gen letal pada manusia adalah penyakit  Sicklecell Anemia dan Thalassemia. Tunjukkan dengan diagram bahwa dari pasangan suami istri normal dapat muncul kelainan tersebut pada keturunannya  .

VI.      Dalam pewarisan Hemofili pada wanita bersifat letal ( individu denga genotip homosigot akan menyebabkan kematian sebelum lahir/prematur). Jika seorang wanita carier hemofili menikah dengan laki-laki hemofili, tentukan ratio kemungkinan fenotip letal yang mungkin terjadi ?

VII.      Dalam suatu kasus Istri bergolongan darah A,M melahirkan seorang anak bergolongan darah B,MN. Suaminya yang bergolongan darah O,N menuduh pemuda bergolongan darah A,MN sebgai ayah dari anak tersebut. Jika anda diminta menilai kasus tersebut bagaimanakah komentar anda ?

 

 

 

Tugas 1 Materi dan Pembelajaran IPA SD smt IX

TUGAS  1

TUTORIAL MATERI DAN PEMBELAJARAN IPA SD

 1.Dalam pembelajaran IPA ketrampilan proses sains (KPS) dipandang sebagai ketrampilan untuk melatihkan metode ilmiah kepada siswa, dengan harapan pola pikir siswa terbentuk, kemampuan indera dan ketrampilan psikomotor berkembang. Jelaskan ketrampilan apa saja yang termasuk dalam ketrampilan proses dasar ? Jelaskan ketrampilan apa saja  yang termasuk ketrampilan terintegrasi ?

2. Ada dua  dua teori tentang belajar yaitu teori behavior dan kontruktivis, bagaimanakah pandangan kedua teori tersebut  tentang proses pembelajaran ? Apa bedanya dengan tabularasa ? Implikasi pandangan kontruktivisme bahwa belajar sebagai perubahan konsep, terjadi pergeseran peran guru dari sumber dan pemberi informasi menjadi pendiagnosis dan fasilitator belajar siswa. Mengapa demikian ? Bagaimanakah keterkaitan istilah konsep, konsepsi, miskonsepsi dan prinsip dalam proses pembelajaran siswa ?

3. Sumber daya manuisa sekarang dituntut mempunyai kapabilitas individu tinggi, hal ini berkaitan dengan literasi sains seseorang. Apakah yang dimaksud dengan literasi sains itu ? berikan gambarannya pada situasi di kelas! Ada berapa demensi literasi sains jelaskan ? Menurut PISA,  Aplikasi sains mengalami perkembangan dalam membagi aplikasi sains dari tahun 2000 dan tahun 2006, bagaimanakah perbedaannya ?

4. Dalam mata melajaran IPA kelas V semester 2 terdapat materi pokok pesawat sederhana, Standar kompetensi : 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak dan energi serta kegunaannya. Kompetensi dasar : menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.Buatlah Rencana Pembelajaran dengan materi diatas, gunakanlah Pendekatan kontekstual dengan stratedi Cooperative Learning dan dalam pelaksanaannya menggunakan teknik Jigsaw. Buat alat ukur untuk mengetahui keberhasilan siswa.

catatan :

1. Tugas ini merupakan tugas ke 1 dari 3 tugas

2. Merupakan tugas individu, dikumpulkan atau dikirim ke email : noet1961 @ yahoo.com

 

Tutor;

Drs. Panut.

alamat rumah : Depan SMP Islam Randudongkal Pemalang.

AKHIR SEMESTER 1 TH 2011/2012

Kegiatan KBM diakhiri dengan pembagian hasil belajar pada 17 Desember 2011, banyak hal yang perlu direfleksikan demi kemajuan :

1. Pengelolaan nilai , dimulai dari perencanaan test tiap KD  dan indikator(indikator dirumuskan sebagai pertanyaan terbuka dan dipublikasikan ke siswa bukan penulisan indikator ssecara teknis penulisan soal )

2.Hasil nilai ulangan direkam dalam format excel yang sudah diprogram(bukan manual penghitungannya )

3.Jenis penilaian apakah kuis,tugas,praktikum,portofolio ditentukan dari awal, bahan penilaian direncanakan terlebih dahulu.

4. Diperlukan semacam biro akademis yang mengelola nilai dari guru dan sekaligus sebagai indikator terlaksananya RPP ditiap guru

5. Perlu dioptimalkan sarana Web untuk publikasi materi pelajaran dan  soal latihan.

 

Kendala :

1. Pasang surutnya motifasi diri.

2.Ketersediaan sarpras pendukung KBM Biologi ( ruang laboratorium dan multimedia)

3.Pentingnya pengambil kebijakkan yang visioner dan memahami problematika KBM.

 

SISTEM GERAK MANUSIA

SISTEM GERAK MANUSIA

 

A .LETAK DAN FUNGSI RANGKA

 

Gerakan kita sebenarnya merupakan hasil kerja sama dari rangka dan otot. Otot adalah bagian tubuh yang mampu berkontraksi, sedangkan rangka tidak mempunyai kemampuan seperti itu. Jika otot berkontraksi,

secara otomatis rangka juga ikut bergerak karena otot terletak melekat erat dengan rangka. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa otot adalah alat gerak aktif, sedangkan rangka merupakan alat gerak pasif. Mengapa rangka dapat dikatakan sebagai alat gerak pasif? Hal ini disebabkan pergerakan rangka sebenarnya disebabkan adanya kontraksi otot.

Berdasarkan letak susunannya, rangka dapat dibedakan menjadi dua.

1. Rangka endoskeleton, yaitu rangka yang terletak di dalam tubuh

2. Rangka eksoskeleton, rangka ini terletak di luar tubuh.

Rangka endoskeleton terdapat pada hewan vertebrata, sedangkan rangka eksoskeleton terdapat pada hewan invertebrata.

Apakah fungsi rangka bagi tubuh?, fungsi rangka adalah sebagai berikut.

  1. Sebagai Alat Gerak Pasif,rangka bisa bergerak apabila ada kontraksi otot sehingga dikatakan bahwa gerak rangka tergantung otot.
  2. Tempat Melekatnya Otot Rangka, letak otot melekat pada rangka. Otot dan rangka letaknya berdampingan dan melekat erat.
  3. Memberi Bentuk Tubuh, konstruksi tulang pada tubuh kita yang sedemikian rupa dapat member bentuk tubuh. Tubuh satu orang dengan orang lain mempunyai bentuk berbeda-beda,hal ini disebabkan karena kerangka yang berbeda-beda pula.
  4. Memberi Kekuatan dan Menunjang Tegaknya Tubuh. jika kita ukur, berat tulang yang sebenarnya pada orang dewasa ± 5-9 kg. Jika dibandingkan dengan berat tubuh kita, meskipun demikian ternyata tulang kita memiliki kekuatan luar biasa.
  5. Melindungi Organ Tubuh yang Lemah,tulang yang mempunyai fungsi ini terutama yang menyusun tulang dada, tulang rusuk, dan tulang belakang. Dengan adanya tulang-tulang tersebut, organ tubuh yang vital seperti jantung dan paru-paru dapat terlindungi.
  6. Tempat Pembentukan Sel Darah.sel darah dibentuk di dalam sumsum tulang. Sumsum tulang ini terletak di rongga-rongga bagian dalam tulang.

 

B .MACAM-MACAM TULANG DAN STUKTURNYA

Tulang-tulang penyusun tubuh dibedakan berdasarkan hal-hal berikut.

1. Jenis Tulang

a. Tulang Rawan (Kartilago)

Jika Anda meraba permukaan hidung dan telinga, maka Anda akan merasakan permukaan yang lentur. Itulah contoh tulang rawan. Tulang rawan dapat ditemukan pada embrio, anak-anak, dan orang dewasa. Tulang rawan pada embrio dan anak-anak berasal dari sel-sel mesenkim. Pada embrio, bagian dalam tulang rawan berongga dan berisi sel-sel pembentuk tulang yang disebut osteoblas.

Tulang rawan pada anak-anak lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan daripada matriksnya. Kondisi ini berkebalikan dengan tulang rawan pada orang dewasa yang justru lebih banyak mengandung matriks. Tulang rawan pada orang dewasa terbentuk dari selaput rawan yang disebut perikondrium, yang banyak mengandung matriks. Tulang rawan pada orang dewasa terbentuk dari selaput rawan yang disebut perikondrium, yang banyak mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan yang disebut kondrioblas. Tulang rawan ini dapat dijumpai pada bagian tubuh, di antaranya pada ujung tulang persendian, taju pedang, cincing batang tenggorok, daun telinga, antara tulang rusuk, antara ruas tulang belakang,

b. Tulang Sejati (Osteon)

Tulang sejati bersifat keras dan matriksnya banyak mengandung kalsium dan fosfat. Matriks tulang juga banyak mengandung zat perekat. Di dalamnya terdapat jaringan-jaringan seperti sarang lebah yang sangat

keras dan kuat, pada bagian tengah tulang terdapat sumsum tulang yang bertugas membuat sel darah merah dan sel darah putih.

2. Matriks Tulang

Berdasarkan matriks penyusunnya, tulang dibedakan menjadi dua, yaitu tulang kompak dan tulang spons.

a. Tulang Kompakm,tulang kompak memiliki matriks yang padat dan rapat, misalnya terdapat pada tulang pipa.

b. Tulang Spons, tulang spons memiliki matriks yang berongga. Misalnya, terdapat pada tulang pipih dan pendek.

3. Bentuk Tulang

Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi tiga, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.

a. Tulang Pipa

Tulang pipa berbentuk bulat panjang. Tulang pipa dijumpai pada anggota gerak. Setiap tulang pipa terdiri atas bagian batang dan dua bagian ujung. Tulang pipa bekerja sebagai alat ungkit dari tubuh dan  memungkinkan adanya pergerakan. Di bagian tengah terdapat rongga besar yang berisi sumsum kuning dan banyak mengandung zat lemak. Contoh tulang pipa adalah tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang telapak tangan, dan tulang betis.

Bagian-bagian dari tulang pipa, antara lain sebagai berikut.

1) Epifisis, yaitu kedua ujung tulang.

2) Diafisis, yaitu bagian tengah tulang

3) Cakraepifisis, yaitu sambungan epifisis dan diafisis.

4) Tulang rawan daerah sendi.

5) Kanalis medularis, yaitu rongga memanjang di dalam diafisis yang diisi oleh sumsum tulang kuning.

6) Periosteum, yaitu selaput yang menyelimuti bagian luar tulang. Periosteum mengandung osteoblas

(sel pembentuk jaringan tulang), jaringan ikat, dan pembuluh darah. Periosteum merupakan tempat melekatnya otot otot skeleton ke tulang dan berperan dalam nutrisi, pertumbuhan dan reparasi tulang rusuk.

b. Tulang Pipih

Tulang pipih berbentuk pipih dan lebar. Tulang pipih terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras dan di tengahnya berupa lapisan tulang seperti bunga karang (spons) yang di dalamnya berisi sumsum merah sebagai tempat pemben-tukan selsel darah. Tulang-tulang pipih berperan dalam melindungi organ tubuh. Tulang pipih terdapat pada tulang tengkorak,belikat, rusuk, dan tulang wajah.

c. Tulang Pendek

Tulang pendek berbentuk bulat dan berukuran pendek, tidak beraturan, misalnya terdapat pada tulang pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak tangan, dan telapak kaki. Tulang pendek diselubungi jaringan padat tipis. Tulang pendek sebagian besar terbuat dari jaringan tulang jarang karena diperlukan sifat yang ringan dan kuat. Karena kuatnya, maka tulang pendek mampu mendukung bagian tubuh seperti terdapat pada tulang pergelangan tangan.

 

C .SISTEM RANGKA MANUSIA

Pada dasarnya kerangka manusia dikelompokkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Rangka Aksial

Rangka ini merupakan rangka yang tersusun dari tulang tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk (iga) dan tulang dada.

a. Tulang Tengkorak (Kranium)

Tulang tengkorak tersusun dari 22 tulang yang membentuk satu kesatuan dan berfungsi untuk melindungi organ-organ tubuh yang berada di bagian kepala, misalnya mata, telinga dalam, dan otak. Tulang-tulang yang menyusun tulang tengkorak dibedakan menjadi dua.

 

1) Tulang-tulang yang membentuk bagian kepala

Kelompok tulang-tulang ini meliputi:

a) tulang baji (sfenoid) 2 tulang;

b) tulang tapis (etmoid) 1 tulang;

c) tulang pelipis (temporal) 2 tulang;

d) tulang dahi (frontal) 1 tulang;

e) tulang ubun-ubun (parietal) 2 tulang;

f) tulang kepala belakang (oksipital) 1 tulang.

 

2) Tulang-tulang yang menyusun wajah

Kelompok tulang-tulang ini meliputi:

a) tulang rahang atas (maksila),2 tulang;

b) tulang rahang bawah (mandibula),2 tulang;

c) tulang pipi (zigomatikus) 2 tulang;

d) tulang langit-langit (palatinum) 2 tulang;

e) tulang hidung (nasale) 2 tulang;

f) tulang mata (lakrimalis) 2 tulang;

g) tulang pangkal lidah 1 tulang.

 

b. Tulang Belakang (Vertebrae)

Ruas tulang belakang manusia berjumlah 33 buah. Tulang-tulang tersebut membentuk suatu kesatuan memanjang yang membentuk sumbu tubuh dan menopang tengkorak.

1) Tulang Leher (Servikal)

Ruas pertama tulang leher disebut atlas, sedangkan ruas kedua disebut tulang pemutar. Tulang leher terdiri atas 7 buah tulang yang bertugas menopang kepala, leher, dan menggerakkan kepala untuk menunduk, serta menengadah ke samping kiri dan kanan.

2) Tulang Punggung (Dorsalis)

Tulang punggung memiliki 12 buah tulang yang bersifat agak kaku sebab tulang-tulang di bagian ini hampir semuanya dipersatukan oleh tulang rusuk.

3) Tulang Pinggang (Lumbal)

Ada 5 buah tulang yang menyusun tulang pinggang pada daerah ini, biasanya sering terjadi gangguan, misalnya nyeri atau pegel linu.

4) Tulang Sakral (Sakrum)

Penyusun tulang ini adalah tulang kelangkang yang berjumlah 5 buah dan tulang ekor yang berjumlah 4 buah. Tulang-tulang ini membentuk sebagian tulang pinggul.

 

c. Tulang Rusuk/Iga (Costae)

Penyusun tulang rusuk berjumlah 12 pasang, yaitu terdiri atas bagian bagian berikut.

1) Tulang rusuk sejati (costa vera) sebanyak 7 pasang. Bagian depan tulang rusuk sejati menempel pada tulang dada dan bagian belakangnya menempel pada ruas-ruas tulang punggung.

2) Tulang rusuk palsu (costa spuria) sebanyak 3 pasang.

Bagian depan tulang rusuk palsu menempel pada tulang rusuk di atasnya dan bagian belakang menempel pada ruas-ruas tulang punggung.

 

d. Tulang Dada (Sterum)

Tulang dada terdiri atas tulang-tulang yang berbentuk pipih, antara lain:

1) tulang hulu,

2) tulang badan,

3) tulang bahu pedang.

 

2. Rangka Apendikuler

Rangka apendikuler merupakan rangka yang tersusun dari tulang-tulang bahu, tulang panggul, dan tulang anggota gerak atas dan bawah.

a. Tulang Bahu

Tulang bahu terdiri atas dua bagian.

1) Tulang belikat (skapula)

Tulang belikat berjumlah 2 buah yang berbentuk segibagu dan taju paruh gagak.

2) Tulang selangka (klavikula)

Tulang selangka berjumlah 2 buah. Tulang selangka berbentuk seperti huruf s. Ujung yang satu melekat pada tulang dada sedangkan ujung yang lain berakhir pada ujung bahu. Tulang selangka menjadi penghubung antara gelang bahu dan rangka tubuh.

b. Tulang Panggul (Pelvis)

Tulang panggul terdiri atas tiga bagian.

1) tulang usus (ileum) berjumlah 2 buah,

2) tulang duduk (iskhium) berjumlah 2 buah,

3) tulang kemaluan berjumlah 2 buah.

c. Tulang Anggota Gerak Atas

Tulang-tulang penyusun anggota gerak atas, antara lain seperti berikut.

1) Tulang lengan atas (humerus)

Tulang lengan atas (humerus) berjumlah 2 buah. Tulang ini merupakan tulang terpanjang dari anggota atas. Tulang humerus sebelah atas bundar tetapi semakin ke bawah menjadi lebih pipih, sedangkan ujung bawahnya lebar dan agak pipih. Pada bagian paling bawah terdapat permukaan sendi yang dibentuk bersama tulang lengan bawah.

2) Tulang hasta (ulna)

Tulang hasta (ulna) berjumlah 2 buah. Tulang-tulang ini berbentuk pipa dengan ujung yang kuat dan tebal. Batang tulang hasta mendekati ujung bawah makin kecil. Fungsinya memberi kaitan kepada otot yang mengendalikan gerakan dari pergelangan tangan dan jari. Ujung bawah tulang hasta kecil dibandingkan dengan ujung atasnya.

3) Tulang pengumpil (radius)

Tulang pengumpil (radius) berjumlah 2 buah. merupakan tulang pipa dengan sebuah batang dan dua ujung serta lebih pendek daripada tulang hasta.

4) Tulang pergelangan tangan (karpal)

Tulang pergelangan tangan (karpal) berjumlah 2 kali 8 buah.

5) Tulang tapak tangan (metakarpal)

Tulang tapak tangan (metakarpal) berjumlah 2 kali 5 buah tulang.

6) Tulang jari-jari (phalanges)

Tulang jari-jari (phalanges) berjumlah 2 kali 14 ruas jari.

d. Tulang Anggota Gerak Bawah

Tulang anggota gerak bawah tersusun dari bagian-bagian berikut.

1) Tulang paha (femur)

Tulang paha (femur) berjumlah 2 buah. Tulang paha (femur) merupakan tulang terpanjang dari tubuh, yang berupa tulang pipa dan mempunyai sebuah batang dan dua ujung.

2) Tulang tempurung lutut (patela)

Tulang tempurung lutut (patela) berjumlah 2 buah. Tulang tempurung lutut (patela) terletak di depan sendi lutut, tetapi tidak ikut serta di dalamnya.

3) Tulang betis (fibula)

Tulang betis (fibula) berjumlah 2 buah. Tulang ini merupakan tulang pipa dengan sebuah batang dan dua ujung. Tulang betis adalah tulang sebelah lateral tungkai bawah.

4) Tulang kering (tibia)

Tulang kering (tibia) berjumlah 2 buah. Tulang kering (tibia) ini merupakan kerangka yang utama dari tungkai bawah dan terletak medial dari tulang betis. Tulang kering merupakan tulang pipa dengan

sebuah batang dan dua kali ujung.

5) Tulang pergelangan kaki (tarsal)

Tulang pergelangan kaki (tarsal) berjumlah 2 kali 7 buah.

6) Tulang tapak kaki (metatarsal)

Tulang tapak kaki (metatarsal) berjumlah 2 kali 5 buah tulang.

7) Tulang jari kaki (phalanges) berjumlah 2 kali 14 ruas jari.

 

D .PERKEMBANGAN TULANG

Proses osifikasi terjadi dalam beberapa tahap: (a) kartilago, (b) banperiosteum terbentuk, (c)perkembangan pusat osifikasi primer, (d) masuknya pembuluh darah, (e) rongga sumsum tulang terbentuk, (f) penipisan dan pemanjangan ban, (g) pembentukan pusat osifikasi sekunder, (h) sisa kartilago sebagai lempeng epifisis, (i) pembentukan batas epifisis  Sel-sel tulang dibentuk terutama dari arah dalam ke luar (pembentukan secara konsentris). Setiap satuan-satuan sel-sel tulang ini melingkari suatu pembuluh darah dan saraf membentuk suatu saluran yang disebut saluran Havers.

Pada setiap kelompok lapisan terdapat sel tulang yang berada pada tempat yang disebut lakuna. Pada saluran Harvers terdapat pembuluh darah yang berhubungan dengan pembuluh darah pada periosteum (selaput yang menyelimuti bagian luar tulang), yang bertugas memberikan zat makanan ke bagian-bagian tulang. Sekeliling sel-sel tulang ini terbentuk senyawa protein yang akan menjadi matriks tulang. Kelak ke dalam senyawa protein ini terdapat pula zat kapur dan fosfor, sehingga matriks tulang akan mengeras. Makin keras suatu tulang, makin berkurang pula zat perekatnya. Di sisi lain terdapat sel osteoklas yang berfungsi mengukir tulang dan mengubah bentuk sesuai dengan tingkat pertumbuhannya. Dapat diibaratkan bahwa sel osteoblas dan osteoklas bertugas untuk membongkar pasang tulang karena setiap saat sel-sel tulang ada yang  mengalami kerusakan. Pada kasus patah tulang, bagian tersebut harus secepatnya dikembalikan pada susunan semula. Sel-sel tulang yang rusak akan dimakan oleh osteoklas dan terjadilah proses perbaikan tulang.

 

E .HUBUNGAN ANTARTULANG

Terdapat 2 tulang yang saling dihubung-kan. Itulah yang dimaksud persendian atau artikulasi.

Secara garis besar, sendi-sendi tersebut dapat dibedakan menjadi 3 macam.

1. Amfiartrosis

Amfiartosis adalah persendian di mana gerakan yang terjadi amat terbatas. Misalnya hubungan antartulang rusuk dengan ruas-ruas tulang belakang. Tulang- tulang tersebut dapat menimbulkan

gerakan pada saat kita bernapas.

2. Sinartrosis

Persendian sinartrosis tidak memungkinkan adanya gerakan. Persendian ini dibedakan menjadi dua.

a. Sinartrosis Sinkondrosis

Pada persendian ini penghubungnya adalah tulang rawan.Misalnya:

a) hubungan antara tulang rusuk dan ruas tulang dada;

b) hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.

b. Sinartrosis Sinfibrosis

Pada persendian ini penghubungnya adalah serabut jaringan ikat. Misalnya, hubungan antar tulang

tengkorak (sutura).

 

 

 

3. Diartrosis

Pada jenis persendian diartosis, gerakan yang terjadi banyak dan leluasa. Macam-macam persendian diartosis yaitu sebagai berikut.

a. Sendi Peluru

Sendi peluru adalah hubungan antar tulang di mana kedua ujung tulang berbentuk bongkol dan lekuk,

serta memungkinkan pergerakan yang lebih bebas berporos tiga. Hubungan ini terjadi pada persendian

antara tulang belikat dengan tulang lengan atas, antara tulang paha dengan tulang pinggul.

b. Sendi Pelana

Hubungan antartulang yang memungkinkan gerakan kedua arah, dengan bidang-bidang sendinya berbentuk pelana. Hubungan ini dapat terjadi pada persendian antara tulang pergelangan tangan dengan

tulang telapak tangan, persendian pada ibu jari, metakarpal dan karpal.

c. Sendi Engsel

Hubungan antartulang di mana ujung-ujungnya seperti engsel dan berbentuk lekukan. Gerakan sendi ini

mempunyai 1 poros. Hubungan ini dapat terjadi pada siku, lutut, dan jari-jari.

d. Sendi Putar

Hubungan antartulang, di mana tulang yang satu berputar terhadap tulang lain. Gerakan rotasi dari sendi

putar memiliki 1 poros. Hubungan sendi ini dapat terjadi antara tulang hasta dan tulang pengumpil, antara

tulang kepala dan tulang atlas, antara tulang betis dan kering.

e. Sendi Luncur

Hubungan antartulang yang memungkinkan gerakan tulang badan membungkuk dan menggeliat.

Sendi ini tidak berporos. Hubungan ini dapat terjadi pada hubungan antarruas tulang belakang, persendian

antara pergelangan tangan dan tulang pengumpil

 

F. KELAINAN TULANG

Faktor-faktor penyebab gangguan atau kelainan, antara lain disebabkan oleh kebiasaan, pola hidup, atau bisa pula berasal dari pembawaan. Beberapa gangguan kesehatan dan kelainan yang terjadi pada anggota

gerak tubuh adalah sebagai berikut.

1. Kelainan pada Tulang

Beberapa kelainan yang terjadi pada tulang adalah sebagai berikut.

a. Fraktura

Pada kelainan tulang ini, tulang mengalami retak/patah tulang akibat mengalami benturan keras, misalnya karena kecelakaan. Pemulihan untuk kelainan ini, yaitu dengan mengembalikan pada susunan semula secepat mungkin. Pada kasus patah tulang, untuk menyambungkannya ditambahkan pen atau platina. Setelah tulang mengalami pertumbuhan dan menyatu, pen/platina akan diambil kembali. Tulang lengan yang patah memerlukan waktu penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan tulang paha. Waktu untuk penyembuhan tulang lengan ± 1 bulan, sedangkan pada tulang paha berlangsung ± 6 bulan.

b. Kelainan Bawaan Sejak Lahir

Contoh kelainan ini adalah bentuk kaki X atau O. Kelainan ini disebabkan oleh faktor keturunan dan gangguan–gangguan saat seorang ibu mengandung, misalnya ibu tersebut kekurangan vitamin D dan kalsium. Oleh sebab itu, ibu yang sedang hamil dianjurkan untuk banyak makan sayur dan susu kalsium.

c. Arthritis

Penyakit ini disebabkan terjadinya peradangan yang terjadi pada persendian. Beberapa hal yang menyebabkan penyakit ini adalah sebagai berikut.

1) Metabolisme asam urat yang terganggu, sehingga asam urat tertimbun pada sendi. Keadaan ini akan menimbulkan sakit, terutama pada jarijari tangan maupun kaki.

2) Penumpukan bahan kapur di antara dua tulang sehingga mengakibatkan sendi sulit digerakkan dan kaku. Biasanya sendi akan membengkak dan terasa sakit.

d. Gangguan yang Terjadi pada Tulang Belakang

Gangguan ini disebabkan karena kebiasaan tubuh yang salah, kelainan ini antara lain seperti berikut.

1) Lordosis, yaitu keadaan tulang belakang yang melengkung ke depan

2) Kifosis, adalah keadaan tulang belakang melengkung ke belakang, sehingga badan terlihat bongkok.

3) Skoliosis, yaitu keadaan tulang belakang melengkung ke samping kiri atau kanan.

e. Osteoporosis

Orang yang menderita kelainan ini, keadaan tulangnya akan rapuh dan keropos. Ini disebabkan karena berkurangnya kadar kalsium dalam tulang. Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, maka kadar kalsium akan berkurang sedikit demi sedikit. Wanita lebih rentan terkena gangguan tulang ini. Ketika seorang wanita mengalami menopause, ia akan kehilangan kalsium dengan cepat. Hal ini akan engakibatkan tulang keropos. Untuk menghindari hal ini, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium. Susu kalsium dosis tinggi sangat dianjurkan untuk ibu-ibu yang berumur di atas 50 tahun. Selain minum susu, sebaiknya diimbangi pula dengan olahraga yang teratur.

f. Rakhitis

Penyakit ini menyebabkan kondisi tulang seseorang yang lunak. Hal ini disebabkan dalam tubuh seseorang kekurangan vitamin D. Vitamin ini berfungsi untuk mengabsorpsi fosfor dan berperan dalam metabolism kalsium. Penderita ini disarankan banyak mengkonsumsi telur, susu, dan minyak hati ikan. Selain itu, pada pagi hari, penderita disarankan berjemur di bawah sinar matahari karena sinar matahari pagi dapat membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh.

g. Mikrosefalus

Penderita kelainan ini akan mengalami keadaan di mana pertumbuhan tulang-tulang tengkorak terlambat, sehingga bentuk kepala kecil. Kelainan ini merupakan bawaan dari lahir. Ini disebabkan karena ketika sedang hamil, seorang ibu kurang mendapat vitamin A dan zat kapur/kalsium. Oleh sebab itu, ibu hamil dianjurkan banyak mengkonsumsi vitamin A yang banyak terdapat pada sayuran yang berwarna merah dan kuning, kuning telur, mentega, minyak ikan, hati, dan susu. Sedangkan zat kapur (kalsium) dapat

diperoleh dari sayuran kubis, brokoli, biji-bijian, susu, kerang, ikan dan keju.

 

2. Cara Menjaga Kesehatan Tulang

Setelah mengetahui beberapa gangguan atau kelainan yang terjadi pada  tulang, maka Anda harus dapat mengantisipasi agar tidak mengalami gangguan- gangguan tersebut. Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan tulang kita adalah sebagai berikut.

a. Makan makanan yang cukup mengandung kalsium.

b. Olahraga yang teratur.

c. Berjemur pada sinar matahari pagi karena sinarnya sangat baik untuk membantu pembentukan vitamin D yang sangat penting sekali untuk membantu penyerapan kalsium dalam makanan. Selain cara-cara itu, kita juga harus banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D.

 

G. OTOT

Otot merupakan alat gerak aktif. Mengapa disebut demikian? Hal ini dapat dijelaskan dengan melihat aktivitas otot yang sering berkontraksi dan berelaksasi sehingga mengakibatkan pergerakan tubuh. Sebagai alat gerak aktif, otot mempunyai tiga karakteristik, yaitu sebagai berikut.

1. Kontraktibilitas, dengan kemampuan ini otot bisa memendek dari ukuran semula.

2. Ekstensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk berelaksasi atau memanjang.

3. Elastisitas, dengan sifat elastisitas ini otot memiliki kemampuan untuk kembali lagi pada posisi semula setelah berkontraksi atau berelaksasi. Satu serabut otot yang dibesarkan terlihat bahwa serabut otot dipadati dengan miofibril. Miofibril dikelilingi sitoplasma yang mengandung banyak inti, mitokondria, dan retikulum endoplasma. Membran sel otot disebut sarkolema, sedangkan sitoplasma sel otot disebut sarkoplasma.Nukleus dan mitokondria terdapat tepat di bawah membrane sel. Retikulum endoplasma

meluas di antara miofibrilmiofibril. pada miofibril terdapat bagian bagian yang terang, jernih,

daerah tersebut disebut Isotrop(I), kemudian ada juga daerah gelap yang disebut Anisotrop (A).

Ada daerah terang yang membagi daerah A yang disebut zone H, sedangkan pada daerah I juga terdapat sebuah garis gelap yang membagi daerah I yang disebut zone Z. Terdapat pula bagian yang terdapat di antara dua garis Z yang disebut sarkomer.

Jenis dan Arah Gerakan Tubuh

1. Abduksi                             Menjauhi badan

2. Adduksi                             Mendekati badan

3. Ekstensi                             Meluruskan

4. Fleksi                                 Menekuk

5. Supinasi                            Menengadahkan tangan

6. Pronasi                              Menelungkupkan tangan

7. Depresi                              Menurunkan

8. Elevasi                               Mengangkat

 

H. MEKANISME KERJA OTOT

Otot bekerja dengan cara berkontraksi dan relaksasi. Energi untuk berkontraksi diperoleh dari ATP dan kreatin fosfat, tetapi serabut otot hanya mengandung cukup ATP untuk menggerakkan beberapa kekejangan. Sumber tenaga apakah yang dapat menjadi andalan agar ATP terus tersedia?

Sumber yang paling baik ialah respirasi molekul-molekul nutrien seluler yang dibawa oleh darah ke serabut. Pada saat berkontraksi, ATP dan kreatin fosfat akan terurai. ATP akan terurai menjadi ADP (Adenosin difosfat dan energi, ADP akan terurai menjadi AMP (Adenosin Monofosfat) dan energi. Kreatin fosfat akan terurai menjadi kreatin dan fosfat. Fosfat yang dihasilkan kemudian akan bergabung dengan

ADP menjadi ATP dan akan mengalami peruraian seperti tersebut tadi. Fase aerob = glikogen mengalami laktasindogen glukosa + asam susu H2O + CO2 + energi

 

I. KELAINAN PADA OTOT

Otot pun dapat mengalami kelainan. Beberapa kelainan yang terjadi pada otot adalah sebagai berikut.

 

   
Tetanus

 

 

Kram

 

 

Hipertropi otot

Atrofi otot

 

 

 

Stiff (kaku leher)

 

 

 

 

Hernia abdominal

 

Fibriosis

 

Distrofi otot

Kondisi otot yang mengalami kejang terus menerus. Penyebab penyakit ini karena infeksi bakteri Clostridium tetani. Ketika terjadi luka, bakteri ini bisa masuk melewati luka yang terbuka tersebut.

 

Otot berada dalam keadaan kejang. Keadaan ini antara lain disebabkan karena terlalu lamanya aktivitas otot secara terus menerus.

 

Suatu keadaan otot yang lebih besar dan lebih kuat. Hal ini disebabkan karena otot sering dilatih bekerja dan berolahraga

 

Keadaan otot yang lebih kecil dan lemah kontraksinya. Kelainan ini disebabkan

karena infeksi virus polio. Pemulihannya dengan pemberian latihan otot, pemberian stimulant listrik, atau dipijat dengan teknik tertentu.

 

Keadaan meradangnya otot trapesius. Hal ini disebabkan karena gerak hentakan

secara tiba-tiba sehingga otot menjadi tertarik secara tiba-tiba. Selain itu, stress

yang berat akan membuat kejang otot leher dan punggung. Rasa sakit itu akan hilang jika stress sudah hilang.

 

 

Kondisi usus melorot ke bawah, disebabkan oleh sobeknya dinding otot perut.

 

Pembentukan jaringan ikat fibrosa. Sel-sel otot skelet ataupun alat jantung yang mati karena suatu sebab akan diganti oleh jaringan ikat karena sel-sel otot ini tidak mampu beregenerasi, sehingga otot-otot ini akan melemah.

 

Distrofi otot merupakan penyakit kronis pada otot sejak anak-anak, diperkirakan merupakan penyakit genetis (bawaan).